Menko Marves mengungkapkan hingga saat ini terdapat kenaikan kasus konfirmasi harian Omicron di wilayah Jawa-Bali dalam tujuh hari terakhir. Peningkatan diidentifikasi bersumber dari wilayah aglomerasi Jabodetabek.
Kasus Omicron di Indonesia mencapai lebih dari 1.054 kasus per Minggu (16/1/2022). Kenaikan yang cukup cepat perlu diantsipasi dengan penerapan protokol kesehatan ketat.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut prediksi tersebut diambil berdasarkan hasil pemantauan kasus Covid-19 di Afrika Selatan, di mana Omicron awalnya berkembang.
Luhut yang juga Koordinator PPKM Jawa Bali itu, menegaskan kondisi Indonesia saat ini jauh lebih siap dalam menghadapi potensi gelombang varian Omicron.
Vaksinasi bagi anak sangat penting untuk mendukung pelaksanaan pendidikan tatap muka (PTM). Dosis pertama untuk anak-anak di Jawa-Bali sudah mencapai 36%.
Luhut pun memastikan kesiapan Indonesia mulai dari tempat karantina, rumah sakit, obat-obatan, hingga alat kesehatan untuk menghadapi penyebaran Omicron.
Pada tahun 2015, PT Waskita Karya mengambil alih pembangunan tol dan mendapatkan Penyertaan Modal Negara (PMN) sehingga pembangunan dapat terus berjalan.
Pengetatan lebih jauh akan dilakukan ketika tingkat perawatan rumah sakit dan tingkat kematian nasional maupun provinsi kembali mendekati threshold level 2
Pemerintah melalui Menteri Dalam Negeri batal menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) untuk wilayah Jawa dan Bali melalui instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri).