Indonesia kembali kedatangan vaksin Pfizer yang merupakan donasi pemerintah Amerika Serikat melalui COVAX Facility. Dalam kedatangan tahap ke-69 ini tiba di tanah air sebanyak 1.140.750 dosis vaksin jadi. Sehingga total vaksin yang telah tiba di Indonesia mencapai 257.350.400.
Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, mengatakan, Indonesia kedatangan vaksin empat tahap sekaligus yakni ke-52, 53, 54, dan 55. Vaksin tersebut terdiri dari berbagai merk berbeda.
Komite Pakar Vaksinasi Covid-19 Singapura merekomendasikan agar orang dengan gangguan kekebalan tubuh pada tingkat sedang hingga berat menerima vaksin dosis ketiga berbasis mRNA yang sama dalam kurun waktu dua bulan setelah dosis kedua.
Seluruh vaksin tiba melalui jalur penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta selanjutnya dikirim menuju tempat pengemasan dan produksi di PT Bio Farma Bandung
Indonesia sedang menyiapkan logistik cold chain atau sarana penyimpanan beku bersuhu -70 derajat celcius untuk distribusi vaksin Pfizer ke seluruh provinsi.
Menurut sebuah studi yang dipaparkan pada 8 Agustus, tercatat vaksin Pfizer hanya 42 persen efektif melawan virus, khusunya pada Juli ketika Delta muncul menjadi varian dominan.
Beberapa vaksin disebut sebagai booster ketiga, salah satunya AstraZeneca. Sementara pihak Zeneca mengaku belum yakin apakah vaksin buatannya diperlukan atau tidak untuk dosis ketiga.
Kabar terkini soal pasca-vaksinasi datang dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika (CDC) yang melaporkan efek samping serius jarang ditemukan.
Pfizer Indonesia akhirnya setuju memasok 50 juta dosis demi mengejar target herd immunity di Indonesia. Kesepakatan ini tercapai usai BPOM memberikan persetujuan darurat.