PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mampu menjaga kinerja positif dan berhasil mencetak laba senilai Rp1,71 triliun pada kuartal I/2024, di tengah tantangan dan kondisi ekonomi global yang fluktuatif.
Wakil Presiden (wapres) K.H. Maruf Amin meminta PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) konsisten memperkenalkan literasi dan keuangan syariah kepada masyarakat.
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) terus memperluas inklusi dan literasi keuangan syariah dalam negeri melalui kolaborasi. Kali ini perusahaan menggandeng Tentara Nasional Indonesia
Branch Manager Bank Syariah Indonesia (BSI), Eric Kurniawan dinobatkan menjadi wisudawan terbaik jenjang S3 Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya periode 104
Pengasuh Pondok Pesantren Al Bahjah Cirebon, Buya Yahya, mengkritik sistem kredit emas di Bank Syariah Indonesia (BSI). Dia menyebut kredit emas memiliki unsur riba. Sementara, riba dalam Islam sudah jelas haram.
BSI Maslahat merupakan mitra strategis dari PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) dalam melakukan penyaluran dan penghimpunan dana ZISWAF, CSR dan dana sosial yang berpacu pada indikator sustainability.
Komitmen kepada masyarakat juga terus dibangun Universitas Indonesia sejalan dengan implementasi Tridharma UI untuk pengabdian kepada masyarakat. Baik dari sisi pendidikan maupun sisi sosial kemasyarakatan.
Pada akhir 2020 Rofiqoh bersama beberapa anggota BWM mengikuti program Digital Marketing yang diadakan BSI Maslahat untuk nasabah anggota Bank Wakaf Mikro.
Pada tahun 2022 BSI Maslahat memiliki program campaign Go Happy dengan minimal uang Rp 5.000 sudah bisa memberikan sejuta kebaikan dan kemaslahatan bagi mereka yang membutuhkan melalui https://www.bsimaslahat.org/gohappy/.
Direktur Utama BSI Hery Gunardi, mengatakan untuk membangun Islamic Ecosystem di dalam negeri memerlukan sinergi dan kolaborasi dengan seluruh pihak. Salah satunya dengan MUI yang selama ini berperan besar dalam pengembangan ekonomi syariah.
Manager Unit Representative Office 6 (URO 6) Surabaya, BSI Maslahat, Zaini Syam berharap, bantuan tersebut mampu melipur lara keluarga korban yang terdampak.
Direktur Lembaga Riset Institute for Demographic and Poverty Studies (IDEAS), Yusuf Wibisono menilai rencana akuisisi UUS BTN oleh BSI sebaiknya dibatalkan karena lemah dalam mengembangkan perbankan syariah.