Transformasi perbankan syariah Indonesia memasuki babak baru dengan target OJK menciptakan pesaing setara BSI pada 2027. Strategi merger dan pertumbuhan anorganik diharapkan mendongkrak pangsa pasar hingga 10-30%. Pendekatan sukarela dan pemetaan skenario menjadi kunci dalam mewujudkan visi ini, menciptakan ekosistem perbankan syariah yang lebih kompetitif dan inovatif.
Bank Syariah Indonesia (BSI) mendukung UMKM dengan pembiayaan Rp47,72 triliun hingga pertengahan 2024. Fokus pada sektor perdagangan dan ritel, BSI juga mencatat kenaikan Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM) hingga Rp88,81 triliun. Langkah ini memperkuat ekonomi nasional, meningkatkan daya saing UMKM di pasar global.
Isu penarikan dana milik Muhammadiyah sebesar Rp13 triliun di Bank Syariah Indonesia (BSI) baru saja mereda, kini beredar berita organisasi Islam terbesar di Indonesia
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mendistribusikan 9.390 hewan potong yang sehat dan aman konsumsi bagi masyarakat duafa di berbagai wilayah Indonesia pada Idul Adha 1445 H.
Muhammadiyah menarik dana sebesar Rp13 triliun dari PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS). Menurut Nafan Aji Gusta dari Mirae Asset Sekuritas, penarikan dana tersebut hanya mewakili 0,04 persen dari total Dana Pihak Ketiga (DPK) BRIS, sehingga dampaknya tidak terlalu signifikan.
Tulisan ini membahas hubungan Muhammadiyah dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) sejak 2020, termasuk dorongan Muhammadiyah untuk fokus pada UMKM, permasalahan sistem transaksi BSI, dan keputusan PPM untuk konsolidasi dana setelah kecewa pada hasil RUPS BSI 2024.
Pimpinan Pusat (PP) Muhamadiyah secara resmi mengumumkan penarikan dana persyarikatan yang disimpan di BSI. Dana sebesar Rp13 triliun itu akan dialihkan ke bank syariah lain.
PP Muhammadiyah resmi menarik dana simpanannya di PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) sebesar Rp13 triliun. Muncul dugaan ada alasan yang sifatnya ideologis
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) hari ini memutuskan membagikan dividen tunai sebesar 15% (lima belas persen) dari laba bersih perseroan pada Tahun 2023, atau sekitar Rp855.561.466.388,- ekuivalen dengan Rp18,54 per lembar saham.