Bank Syariah Indonesia (BSI) terus mencatatkan kinerja positif sejak pertama kali merger pada Februari 2021 lalu. Laba bersih BSI tercatat mencapai Rp3,03 triliun, naik 38,42 persen secara tahunan (yoy).
Masjid dapat menjadi solusi inklusi serta jendela literasi keuangan syariah yang saat ini berada di kisaran 9 persen. Sebanding dengan 200 juta penduduk muslim Indonesia.
Kinerja perbankan syariah utamanya didorong oleh pemulihan ekonomi, tren halal lifestyle, serta kebijakan pemerintah yang mendukung pengembangan ekonomi syariah.
Kolaborasi BSI dan MUF Syariah menjadi yang pertama di Indonesia dalam membidik pangsa pasar otomotif melalui skema pembiayaan joint financing sesuai syariah.
Kehadiran BSI di Dubai merupakan langkah strategis yang menandai rekam jejak pertama BSI di pasar global. BSI dari Indonesia pertama yang memiliki kantor perwakilan di kawasan Timur Tengah.
Peluncuran pembiayaan online tersebut merupakan bentuk keseriusan BSI dalam menjadikan BSI Mobile sebagai super apps untuk seluruh kebutuhan finansial nasabah.
Dukungan transaksi sosial keagamaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) terus digencarkan BSI melalui penyaluran zakat perseroan. Di mana per September 2021 mencapai Rp72,48 miliar.
Potensi ekonomi syariah bisa dioptimalkan untuk kesejahteraan masyarakat secara merata. Sekaligus mewujudkan Indonesia menjadi tokoh utama dalam ekonomi syariah dunia.
Program Strategic Sharia Banking Management ini diinisiasi sejak 2020, berkolaborasi denganIPB. Kegiatan ini mendapatkan antusiasme yang baik dari kalangan mahasiswa.