LANGIT7.ID, Jakarta -
Mobil listrik yang sedang viral Wuling Air EV sanggup menempuh perjalanan Jakarta - Bandung dengan kapasitas batrai 91 persen dengan mode Eco atau hemat energi.
Perjalanan mobil dengan tampilan futuristik dan mungil ini diabadikan dalam YouTube Channel
Ridwan Hanif Rahmadi. Dia sekaligus mereview sensasi mengendarai mobil tersebut.
Kendaraan listrik yang mengusung tema micro car ini dibanderol dengan harga OTR Jakarta senilai Rp238 juta untuk kelas Standar Range. Kemudian paling tinggi Rp311 juta (Long Range with Charging Pile).
Spesifikasi standarnya yakni IP67 baterai tahan air, bisa diisi daya di rumah, memiliki 2 airbags dan model 2 seat (baris depan dan belakang).
Baca Juga: Wuling Berpotensi Kuasai Pasar Otomotif di IndonesiaLalu di kelas menengah serta tertinggi dari mobil listrik ini, memiliki teknologi canggih pada layar spidometer serta konsol stir.
Hanif menjajal mobil listrik ini sampai ke Bandung. Kendaraan mungil ini, kata dia, bila diisi penuh dayanya bisa berjalan sampai dengan 300 kilometer.
"Ini saya sudah isi daya sampai 91 persen," kata Hanif dalam video review mobil listrik Wuling Air EV dikutip, Kamis (22/9/2022).
Menurut dia, untuk AC mobil kecil ini sangat dingin. Namun suspensinya cukup empuk, karena saat ada guncangan masih sedikit terasa lantaran ban mobil ini memang kecil.
"Mobil ini memang bukan untuk kecepatan tinggi, tapi untuk perkotaan. Tadi di tol dalam kota masih nyaman-nyaman saja," katanya.
Hanif juga mengatakan, dia berkendara dengan mode Eco, sehingga mobil otomatis hanya bisa maksimal 84 kilometer per jam. Bila mode tersebut dinonaktifkan bisa lebih dari itu.
"Hanya saja kalau mobil listrik, semakin dibawa cepat akan semakin boros," ujar dia.
Kemudian saat berada di Tol Cipularang, kecepatan mobil hanya 50 kilometer per jam bila dijaga powernya sekitar 10 kilowatt. "Memang berat banget, ditambah kami bertiga dan laki-laki semua," ujarnya.
"Perjalanan 100 kilometer menempuh mobil ini membutuhkan 37 persen dengan catatan perjalanan menanjak, pasti bisa lebih boros," kata dia.
(bal)