Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 27 April 2026
home lifestyle muslim detail berita

Bolehkah Memasukkan Bahan-bahan Antinutrien pada MPASI?

fajar adhitya Sabtu, 25 Februari 2023 - 15:39 WIB
Bolehkah Memasukkan Bahan-bahan Antinutrien pada MPASI?
Ilustrasi. Foto: LANGIT7/iStock
LANGIT7.ID - , Jakarta - Antinutrien adalah zat yang dapat mengurangi ketersediaan nutrisi pada makanan dan dapat mengganggu penyerapan nutrisi oleh tubuh. Antinutrien sering ditemukan pada makanan yang berasal dari tumbuhan seperti biji-bijian, kacang-kacangan, dan sayuran.

Dokter spesialis anak, dr Kurniawan Satria Denta mengatakan ada beberapa jenis antinutrien yang umum ditemukan dalam makanan, di antaranya adalah fitat, tanin, oksalat, dan saponin.

Baca juga: Orang Tua Wajib Tahu, Ini 7 Penyebab Gangguan Pencernaan Bayi

"Fitat adalah anti nutrien yang sering ditemukan pada biji-bijian, seperti gandum dan beras. Fitat dapat mengikat mineral seperti kalsium, zink, dan besi dalam saluran pencernaan, sehingga mengurangi ketersediaan mineral tersebut untuk diserap oleh tubuh," kata pria yang akrab disapa dr Denta ini.

dr Denta juga menjelaskan tanin adalah antinutrien ditemukan pada teh, anggur, dan berbagai jenis buah-buahan.

"Tanin dapat mengikat protein dan mengganggu penyerapan zat besi, sehingga dapat menyebabkan defisiensi zat besi pada tubuh," jelasnya.

Sedangkan oksalat adalah antinutrien yang ditemukan pada sayuran seperti bayam, kangkung, dan ubi jalar.

"Oksalat dapat mengikat kalsium dan membentuk kristal yang sulit dipecahkan oleh enzim pencernaan. Hal ini dapat mengurangi ketersediaan kalsium dalam makanan dan dapat meningkatkan risiko pembentukan batu ginjal," kata dr Denta dalam keterangannya, Sabtu (25/2/2023).

Baca juga: Jangan Panik Bun, Ikuti 10 Protokol Makan Tangani Anak GTM

Jenis antinutrien lain yaitu saponin yang ditemukan pada kacang-kacangan, seperti kedelai dan kacang hijau. Saponin dapat mengganggu penyerapan protein dan lemak dalam makanan, sehingga mengurangi ketersediaan nutrisi.

Meski dari keterangannya antinutrien dapat mengurangi nutrisi dalam makanan, tapi bukan berarti kandungan tersebut harus dihindari.

Menurut dr Denta, sebagian besar makanan yang mengandung antinutrien juga memiliki nutrisi lainnya yang penting bagi kesehatan.

Dokter yang berpraktik di rumah sakit di wilayah Kuningan, Jakarta Selatan ini menyebut beberapa untuk mengurangi kandungan antinutrien, khususnya fitat dan saponin dalam makanan.

"Seperti merendam biji-bijian dan kacang-kacangan dalam air selama beberapa jam sebelum dimasak. Cara ini dapat mengurangi kandungan fitat dan saponin dalam makanan," terangnya.

Baca juga: 4 Tips dari DSA agar Anak Tidak Gampang Batuk Pilek

Selain itu, pengolahan makanan juga dapat mengurangi kandungan antinutrien. Misalnya, fermentasi dapat mengurangi kandungan fitat dalam makanan.

"Pengolahan panas juga dapat mengurangi kandungan antinutrien dalam makanan, seperti oksalat dan tanin. Namun, pengolahan panas yang terlalu lama dapat mengurangi kandungan nutrisi dalam makanan, sehingga perlu dilakukan dengan hati-hati," saran dokter lulusan Universitas Gadjah Mada ini.

Lebih lanjut, dr Denta menerangkan bahwa makanan yang mengandung antinutrien dapat dikombinasikan dengan makanan lain yang dapat meningkatkan penyerapan nutrisi.

"Misalnya, makanan yang mengandung vitamin C, seperti jeruk dan tomat, dapat meningkatkan penyerapan zat besi dalam makanan. Makanan yang mengandung vitamin D, seperti ikan dan kuning telur, juga dapat meningkatkan penyerapan kalsium dalam makanan," terangnya.

Lalu bagaimana untuk pemberian MPASI pada bayi?

Baca juga: Kenali Red Flag Perkembangan Motorik Anak Sebelum Terlambat

"Prinsipnya sama seperti yang sering saya jelaskan di mana-mana, yaitu wajib menu lengkap dan seimbang, mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral," kata dokter yang tergabung dalam organisasi IDAI.

Sementara untuk pilihan protein, dr Denta menyarankan untuk mengutamakan protein hewani, karena mengandung asam amino esensial yang lebih lengkap yang berfungsi banget buat pertumbuhan bayi.

Lantas bagaimana dengan protein nabati?

"Boleh, tapi pastikan protein hewaninya dulu masuk. Maksudnya gimana? Gini, pada saat awal-awal pemberian MP-ASI pada bayi kan bayi bisa aja nggak langsung lap lep mamamnya, seringnya cuman disuap beberapa sendok bayi dah selesai makannya,"

Nah ketika makannya bayi baru beberapa sendok ini, utamakan untuk komposisi proteinnya lebih ke protein hewani saja, lanjut dr Denta.

Baca juga: 6 Tips Mudah Menidurkan Bayi, Baik untuk Tumbuh Kembang Anak

"Nggak perlu protein nabati dulu nggak apa-apa, seiring dengan berjalannya waktu dan bayi makin pinter ngunyah dan makin banyak porsi makanan yang dimakan, baru deh masukkan itu tahu dan tempe tanpa ragu," lanjutnya.

Sederhananya, MPASI bukan tidak boleh dimasukkan bahan-bahan anti nutrien tadi. Jika ingin diberikan, sebaiknya ditakar saja agar tidak sampai kebanyakan. Hanya saja, dr Denta mengingatkan untuk tetap mengutamakan protein hewani yang bervariasi.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 27 April 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:54
Ashar
15:14
Maghrib
17:51
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)