LANGIT7.ID-, Jakarta- - Membicarakan peran seorang suami dalam keluarga, banyak yang mungkin langsung mengaitkannya dengan tugas mencari nafkah. Tradisi ini didukung oleh sejumlah interpretasi agama yang menggarisbawahi posisi laki-laki sebagai pemimpin dan pencari nafkah utama, seperti yang tercantum dalam surah An-Nisa’ 34.
Namun, pandangan ini tidak berarti bahwa peran ayah dalam merawat dan mendidik anak menjadi terabaikan.
Dalam tafsir modern seperti al-Manar, kepemimpinan suami tidak diartikan sebagai dominasi, melainkan sebagai tanggung jawab untuk melindungi dan memenuhi kebutuhan keluarga.
Dengan demikian, al-qiwamah atau kepemimpinan suami bukan hanya soal pencarian nafkah, tetapi juga melibatkan fungsi-fungsi himayah (membela), ri’ayah (melindungi), wilayah (mengampu), dan kifayah (mencukupi).
Baca juga:
nilah 20 Kewajiban Orangtua Terhadap AnakPeran seorang ayah dalam pengasuhan anak adalah bagian penting dari fungsi ri’ayah dan wilayah. Terlepas dari kesibukannya dalam mencari nafkah, ayah tetap memiliki tanggung jawab untuk terlibat dalam kehidupan anak-anaknya. Kehadiran ayah dalam kehidupan anak memberikan dukungan emosional dan stabilitas, serta membantu membentuk karakter dan nilai-nilai moral anak.
Ayah yang aktif terlibat dalam pengasuhan tidak hanya memberikan dampak positif bagi perkembangan anak, tetapi juga membantu meringankan beban ibu, yang sering kali menjadi pengasuh utama.
Dalam konteks keluarga modern, di mana kedua orang tua sering kali bekerja, pembagian tugas yang adil dan kolaboratif sangat penting. Surah Al-Baqarah ayat 233 juga menegaskan pentingnya peran ayah dalam menyediakan kebutuhan dasar ibu selama masa menyusui, yang menunjukkan pentingnya kerjasama dalam keluarga.
Ketika kedua orang tua bekerja, penting bagi mereka untuk berdiskusi dan membagi tugas dalam rumah tangga, termasuk tanggung jawab merawat anak. Musyawarah dan kesepakatan bersama menjadi kunci untuk mewujudkan keluarga sakinah, di mana setiap anggota keluarga merasa dihargai dan didukung.
Dalam skenario ini, kontribusi suami tidak terbatas pada penyediaan materi, tetapi juga melibatkan waktu, perhatian, dan kasih sayang.
Oleh karena itu, meskipun tanggung jawab mencari nafkah menjadi prioritas utama bagi suami, peran dalam pengasuhan anak tidak boleh diabaikan. Keterlibatan ayah dalam kehidupan anak bukan hanya kebutuhan emosional tetapi juga hak yang harus dipenuhi.
Bagaimanapun, sosok ayah adalah panutan yang penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Hanya dengan kerjasama yang harmonis antara suami dan istri, keluarga dapat mencapai kesejahteraan dan keharmonisan yang sejati.
Dengan memahami peran suami dan ayah secara menyeluruh, kita dapat menghindari pembagian tugas yang kaku dan menciptakan lingkungan keluarga yang seimbang, di mana setiap anggota keluarga dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.
(ori)