LANGIT7.ID–Jakarta; PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK) mencetak kinerja gemilang sepanjang enam bulan pertama 2025. Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2025, perusahaan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp83,12 miliar atau naik naik 244%. Capaian ini menjadi titik balik penting dibandingkan periode sama tahun lalu yang masih mencatat kerugian Rp57,57 miliar.
Kinerja positif ini turut berdampak pada laba per saham dasar yang kini berada di level Rp5,97 per lembar saham, berbalik arah dari posisi merugi Rp4,14 per saham di semester I 2024. Perubahan signifikan ini menjadi sinyal penguatan fundamental perseroan.
Bank Aladin juga mencatat lonjakan pada pendapatan dari aktivitas penyaluran dana. Hingga akhir Juni 2025, tercatat pendapatan sebesar Rp379,75 miliar, meningkat dari Rp255,29 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Setelah dikurangi distribusi bagi hasil, pendapatan yang tersisa untuk perusahaan mencapai Rp172,86 miliar, naik dari Rp119,79 miliar.
Kenaikan juga terjadi pada distribusi hak pihak ketiga atas dana syirkah temporer yang mencapai Rp206,89 miliar, dibandingkan sebelumnya Rp135,5 miliar. Di sisi lain, porsi bagi hasil yang menjadi hak milik bank juga meningkat menjadi Rp173,68 miliar, lebih tinggi dari Rp121,09 miliar tahun sebelumnya.
Pendapatan lain di luar aktivitas utama juga memberikan kontribusi besar. Dalam laporan keuangan semester I 2025, Bank Aladin meraup pendapatan usaha lainnya sebesar Rp179,29 miliar. Angka ini melesat jauh dibanding Rp61,45 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Secara lebih rinci, pendapatan dari imbalan jasa perbankan mencatat lonjakan drastis ke angka Rp165,39 miliar dari sebelumnya Rp56,27 miliar. Keuntungan dari penjualan surat berharga juga mengalami pertumbuhan, dengan sumbangan Rp13,89 miliar, meningkat dari Rp5,11 miliar.
Meski pendapatan tumbuh pesat, Bank Aladin juga mencatat beberapa kenaikan beban. Beban umum dan administrasi tercatat naik menjadi Rp106,4 miliar, dari sebelumnya Rp83,92 miliar. Beban promosi juga meningkat tipis menjadi Rp43,37 miliar dari Rp39,71 miliar.
Namun demikian, perusahaan berhasil menurunkan beban gaji dan kesejahteraan karyawan menjadi Rp78,22 miliar, lebih rendah dibandingkan Rp104,02 miliar pada semester pertama tahun lalu. Sementara itu, beban penyusutan dan amortisasi mengalami kenaikan menjadi Rp22,14 miliar dari Rp14,97 miliar.
Jika dijumlahkan, total beban operasional selama enam bulan pertama 2025 mencapai Rp258,58 miliar. Angka ini naik dibandingkan total beban operasional semester I 2024 yang berada di angka Rp249,43 miliar.
Dari sisi neraca keuangan, total aset Bank Aladin menunjukkan pertumbuhan signifikan. Hingga akhir Juni 2025, total aset tercatat sebesar Rp10,34 triliun, meningkat dari Rp9,36 triliun pada akhir tahun sebelumnya. Kenaikan aset ini seiring dengan meningkatnya total ekuitas menjadi Rp10,34 triliun dari sebelumnya Rp9,36 triliun. Sementara itu, liabilitas perusahaan juga bertambah menjadi Rp938,74 miliar, dari sebelumnya Rp813,46 miliar.
(lam)