LANGIT7.ID-Jakarta; Pendiri Ben & Jerry’s, Jerry Greenfield, resmi mengundurkan diri dari perusahaan es krim populer itu setelah perselisihannya dengan induk perusahaan, Unilever, makin memanas terkait sikap mereka soal konflik Gaza.
Dalam surat terbuka yang dibagikan rekannya, Ben Cohen, lewat media sosial X pada Rabu, Greenfield menilai Ben & Jerry’s sudah kehilangan kemandiriannya sejak Unilever mengekang gerakan sosial perusahaan.
Konflik antara Unilever dan Ben & Jerry’s sendiri sudah mencuat sejak 2021, ketika pembuat varian Chubby Hubby itu memutuskan berhenti menjual produknya di wilayah Tepi Barat yang diduduki Israel. Sejak saat itu, Ben & Jerry’s bahkan menggugat Unilever atas dugaan upaya membungkam sikap kritisnya. Perusahaan es krim ini juga menyebut konflik Gaza sebagai “genosida” — sebuah langkah yang jarang diambil perusahaan besar AS.
Greenfield menyebut dirinya tidak bisa lagi “dengan hati nurani yang tenang” terus bekerja untuk perusahaan yang menurutnya telah “dibungkam” oleh Unilever, meski dalam perjanjian merger dulu ada kesepakatan untuk melindungi misi sosial Ben & Jerry’s.
“Independensi itu ada berkat perjanjian merger unik yang saya dan Ben negosiasikan dengan Unilever,” tulis Greenfield.
Menanggapi itu, juru bicara Magnum Ice Cream Company, unit es krim Unilever, mengatakan pihaknya “tidak sepakat dengan pandangan Greenfield” dan sudah berusaha mengajak kedua pendiri untuk berdiskusi demi memperkuat posisi Ben & Jerry’s yang berbasis pada nilai sosial. Magnum juga menegaskan Greenfield mundur sebagai duta merek dan tidak terkait dengan gugatan hukum yang sedang berlangsung. Unilever sendiri belum memberikan komentar resmi.
Pengunduran diri Greenfield terjadi di tengah seruan Ben & Jerry’s untuk dipisahkan dari Unilever, terutama menjelang rencana pencatatan saham Magnum Ice Cream pada November nanti. Minggu lalu, Cohen juga menyerukan agar Ben & Jerry’s “dibebaskan” demi menjaga nilai-nilai sosial mereka, meski ditolak oleh CEO Magnum yang baru, Peter ter Kulve.
Cohen mengungkap perusahaan sempat berusaha menjual merek Ben & Jerry’s ke investor dengan nilai pasar wajar sekitar USD 1,5 miliar–2,5 miliar, tapi proposal itu ditolak.
Ben & Jerry’s sendiri lahir dari tangan Cohen dan Greenfield di sebuah bekas pompa bensin pada 1978. Meski sudah diakuisisi Unilever pada 2000, merek ini tetap dikenal dengan misi sosialnya yang kuat.
(lam)