Senang Tumpahkan Darah Ketika Adam Hendak Diciptakan, Siapa Makhluk Tersebut?
Fajar adhitya
Kamis, 20 Januari 2022 - 22:39 WIB
Ilustrasi. Foto: Langit7/iStock.
Proses penciptaan Adam alaihissalam mengundang perdebatan di kalangan malaikat. Mereka mempertanyakan rencana Allah yang ingin menciptakan manusia untuk menjadi khalifah di muka bumi.
Tanya jawab antara malaikat dengan Allah mengenai penciptaan Adam, manusia pertama di muka bumi tertera dalam Surat Al Baqarah ayat 30. Para malaikat serentak bertanya mengapa Allah hendak menciptakan makhluk yang senang berbuat kerusakan dan menumpahkan darah.
وَاِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ ِانِّيْ جَاعِلٌ فِى الْاَرْضِ خَلِيْفَةً ۗ قَالُوْٓا اَتَجْعَلُ فِيْهَا مَنْ يُّفْسِدُ فِيْهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاۤءَۚ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۗ قَالَ اِنِّيْٓ اَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ
Artinya: Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.” Mereka berkata, “Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?” Dia berfirman, “Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”
Baca Juga:UAH: Pemilihan Mushaf Berpengaruh dalam Menghafal Al-Quran
Ibnu Katsir dalam Kitab Qashashul Anbiya menerangkan, pernyataan yang diungkapkan para malaikat bukanlah keraguan terhadap rencana Allah. Namun, malaikat bertanya untuk mencari tahu dan mengungkap hikmah di balik penciptaan manusia yang akan berperan sebagai khalifah di muka bumi.
Sebagaimana yang dikisahkan dalam Surat Al Baqarah ayat 30, malaikat bertanya kepada Allah, "Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana?". Sementara pada sisi lain, para malaikat senantiasa bertasbih dan memuji Allah.
Tanya jawab antara malaikat dengan Allah mengenai penciptaan Adam, manusia pertama di muka bumi tertera dalam Surat Al Baqarah ayat 30. Para malaikat serentak bertanya mengapa Allah hendak menciptakan makhluk yang senang berbuat kerusakan dan menumpahkan darah.
وَاِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ ِانِّيْ جَاعِلٌ فِى الْاَرْضِ خَلِيْفَةً ۗ قَالُوْٓا اَتَجْعَلُ فِيْهَا مَنْ يُّفْسِدُ فِيْهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاۤءَۚ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۗ قَالَ اِنِّيْٓ اَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ
Artinya: Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.” Mereka berkata, “Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?” Dia berfirman, “Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”
Baca Juga:UAH: Pemilihan Mushaf Berpengaruh dalam Menghafal Al-Quran
Ibnu Katsir dalam Kitab Qashashul Anbiya menerangkan, pernyataan yang diungkapkan para malaikat bukanlah keraguan terhadap rencana Allah. Namun, malaikat bertanya untuk mencari tahu dan mengungkap hikmah di balik penciptaan manusia yang akan berperan sebagai khalifah di muka bumi.
Sebagaimana yang dikisahkan dalam Surat Al Baqarah ayat 30, malaikat bertanya kepada Allah, "Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana?". Sementara pada sisi lain, para malaikat senantiasa bertasbih dan memuji Allah.