Dalil Malam Nisfu Sya'ban, Momentum Memperbanyak Amal Shalih
Muhajirin
Kamis, 17 Maret 2022 - 12:50 WIB
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Nisfu Sya'ban merupakan malam 15 bulan Sya'ban. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menetapkan Nisfu Sya'ban jatuh pada Jumat, 18 Maret 2022. Maka malam nisfu sya'ban jatuh pada malam ini, Kamis (17/3/2022). Malam nisfu Sya'ban pun disebut sebagai malam yang istimewa, karena sejarah mencatat ada banyak peristiwa yang terjadi pada bulan ini.
Beberapa keutamaan Nisfu Sya'ban terdapat dalam beberapa hadits. Di antaranya termaktub dalam buku Waktu-waktu Penuh Berkah: Khazanah Islam Klasik karya Imam Baihaqi. Hadits itu di antaranya:
عَنْ مُعَاذِ بن جَبَلٍ عَن ِالنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ يَطَّلِعُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَى خَلْقِهِ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِجَمِيْعِ خَلْقِهِ إِلاَّ لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ
Dari Mu'adz bin Jabal bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Sungguh Allah memperhatikan hambanya (dengan penuh rahmat) pada malam Nishfu Sya’ban, kemudian Ia akan mengampuni semua makhluk-Nya kecuali orang musyrik dan musyahin (orang munafik yang menebar kebencian antar sesama umat Islam).”
(HR Thabrani fi Al Kabir no 16639, Daruquthni fi Al Nuzul 68, Ibnu Majah no 1380, Ibnu Hibban no 5757, Ibnu Abi Syaibah no 150, Al Baihaqi fi Syu’ab al Iman no 6352, dan Al Bazzar fi Al Musnad 2389). Hadits di atas shahih tercantum dalam as-Silsilat ash-Shahihah 4/86.
Baca juga: Mengenal Puasa Nabi-nabi Terdahulu sebelum Muhammad Diutus
Syaikh al-Qasthalani dalam Mawahib al-Laduniyah II/259 yang mengutip dari Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Lathaif al-Ma'arif 151 mengatakan, amaliah malam nisfu Sya'ban dilakukan pertama kali oleh para Tabi'in di Syam Syria, seperti Khalid bin Ma'dan, Makhul, Luqman bin 'Amir dan sebagainya. Mereka mengagungkan Nisfu Sya'ban dan beribadah di malam tersebut. Dari mereka inilah kemudian orang-orang mengambil keutamaan Nisfu Sya'ban.
Beberapa keutamaan Nisfu Sya'ban terdapat dalam beberapa hadits. Di antaranya termaktub dalam buku Waktu-waktu Penuh Berkah: Khazanah Islam Klasik karya Imam Baihaqi. Hadits itu di antaranya:
عَنْ مُعَاذِ بن جَبَلٍ عَن ِالنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ يَطَّلِعُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَى خَلْقِهِ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِجَمِيْعِ خَلْقِهِ إِلاَّ لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ
Dari Mu'adz bin Jabal bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Sungguh Allah memperhatikan hambanya (dengan penuh rahmat) pada malam Nishfu Sya’ban, kemudian Ia akan mengampuni semua makhluk-Nya kecuali orang musyrik dan musyahin (orang munafik yang menebar kebencian antar sesama umat Islam).”
(HR Thabrani fi Al Kabir no 16639, Daruquthni fi Al Nuzul 68, Ibnu Majah no 1380, Ibnu Hibban no 5757, Ibnu Abi Syaibah no 150, Al Baihaqi fi Syu’ab al Iman no 6352, dan Al Bazzar fi Al Musnad 2389). Hadits di atas shahih tercantum dalam as-Silsilat ash-Shahihah 4/86.
Baca juga: Mengenal Puasa Nabi-nabi Terdahulu sebelum Muhammad Diutus
Syaikh al-Qasthalani dalam Mawahib al-Laduniyah II/259 yang mengutip dari Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Lathaif al-Ma'arif 151 mengatakan, amaliah malam nisfu Sya'ban dilakukan pertama kali oleh para Tabi'in di Syam Syria, seperti Khalid bin Ma'dan, Makhul, Luqman bin 'Amir dan sebagainya. Mereka mengagungkan Nisfu Sya'ban dan beribadah di malam tersebut. Dari mereka inilah kemudian orang-orang mengambil keutamaan Nisfu Sya'ban.