Muhammadiyah Sebut Tak Diundang Sidang Isbat, Ini Kata Kemenag
Redaksi
Ahad, 03 April 2022 - 06:00 WIB
Ilustrasi. Foto: Langit7.id/iStock.
Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais-Binsyar), Adib menjelaskan bahwa sidang isbat Ramadhan 1443 Hijriah/2022 Masehi mengundang perwakilan ormas Islam, duta besar negara sahabat, LAPAN, BRIN, BMKG, dan juga Tim Unifikasi Kalender Hijriah Kemenag. Hanya, karena pandemi, sidang digelar hybrid, ada yang mengikuti secara luring dan daring.
"Kiai Abdul Salam Nawawi dari Lembaga Falakiyah NU dan Doktor Sriyatin Siddiq dari Majelis Tarjih Muhammadiyah mengikuti secara daring. Sedang Kiai Haji Syarif Ahmad Hakim dari Persis mengikuti secara luring di Auditorium HM Rasjidi Kemenag," kata Adib dalam keterangan yang diterima redaksi, Ahad (3/4/2022).
Pernyataan Adib untuk mengonfirmasi beredarnya berita di media sosial bahwa Muhammadiyah tidak diundang sidang isbat. Ia menekankan bahwa sidang isbat awal Ramadan 1443 H diikuti perwakilan ormas Islam, termasuk NU dan Muhammadiyah.
Baca Juga:Kemenag Gunakan Kriteria Baru Hilal Awal Bulan Hijriah
"Sejumlah perwakilan ormas Islam mengikuti sidang isbat awal Ramadan 1443 H, termasuk NU dan Muhammadiyah," ujarnya.
"Bahkan, perwakilan dari Lembaga Falakiyah NU, Majelis Tarjih Muhammadiyah, dan Persis memberikan tanggapan dan saran dalam sidang isbat yang dipimpin Menag," sambungnya.
Sidang Isbat dipimpin oleh Menag Yaqut Cholil Qoumas. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Abdullah Jaidi yang juga hadir mengikuti sidang isbat mengatakan, setelah mendengarkan laporan terkait hasil hisab dan rukyatul hilal, Menag lalu meminta masukan dari perwakilan ormas.
"Kiai Abdul Salam Nawawi dari Lembaga Falakiyah NU dan Doktor Sriyatin Siddiq dari Majelis Tarjih Muhammadiyah mengikuti secara daring. Sedang Kiai Haji Syarif Ahmad Hakim dari Persis mengikuti secara luring di Auditorium HM Rasjidi Kemenag," kata Adib dalam keterangan yang diterima redaksi, Ahad (3/4/2022).
Pernyataan Adib untuk mengonfirmasi beredarnya berita di media sosial bahwa Muhammadiyah tidak diundang sidang isbat. Ia menekankan bahwa sidang isbat awal Ramadan 1443 H diikuti perwakilan ormas Islam, termasuk NU dan Muhammadiyah.
Baca Juga:Kemenag Gunakan Kriteria Baru Hilal Awal Bulan Hijriah
"Sejumlah perwakilan ormas Islam mengikuti sidang isbat awal Ramadan 1443 H, termasuk NU dan Muhammadiyah," ujarnya.
"Bahkan, perwakilan dari Lembaga Falakiyah NU, Majelis Tarjih Muhammadiyah, dan Persis memberikan tanggapan dan saran dalam sidang isbat yang dipimpin Menag," sambungnya.
Sidang Isbat dipimpin oleh Menag Yaqut Cholil Qoumas. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Abdullah Jaidi yang juga hadir mengikuti sidang isbat mengatakan, setelah mendengarkan laporan terkait hasil hisab dan rukyatul hilal, Menag lalu meminta masukan dari perwakilan ormas.