LANGIT7.ID, Jakarta - Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais-Binsyar), Adib menjelaskan bahwa sidang isbat Ramadhan 1443 Hijriah/2022 Masehi mengundang perwakilan ormas Islam, duta besar negara sahabat, LAPAN, BRIN, BMKG, dan juga Tim Unifikasi Kalender Hijriah Kemenag. Hanya, karena pandemi, sidang digelar hybrid, ada yang mengikuti secara luring dan daring.
"Kiai Abdul Salam Nawawi dari Lembaga Falakiyah NU dan Doktor Sriyatin Siddiq dari Majelis Tarjih Muhammadiyah mengikuti secara daring. Sedang Kiai Haji Syarif Ahmad Hakim dari Persis mengikuti secara luring di Auditorium HM Rasjidi Kemenag," kata Adib dalam keterangan yang diterima redaksi, Ahad (3/4/2022).
Pernyataan Adib untuk mengonfirmasi beredarnya berita di media sosial bahwa Muhammadiyah tidak diundang sidang isbat. Ia menekankan bahwa sidang isbat awal Ramadan 1443 H diikuti perwakilan ormas Islam, termasuk NU dan Muhammadiyah.
Baca Juga: Kemenag Gunakan Kriteria Baru Hilal Awal Bulan Hijriah"Sejumlah perwakilan ormas Islam mengikuti sidang isbat awal Ramadan 1443 H, termasuk NU dan Muhammadiyah," ujarnya.
"Bahkan, perwakilan dari Lembaga Falakiyah NU, Majelis Tarjih Muhammadiyah, dan Persis memberikan tanggapan dan saran dalam sidang isbat yang dipimpin Menag," sambungnya.
Sidang Isbat dipimpin oleh Menag Yaqut Cholil Qoumas. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Abdullah Jaidi yang juga hadir mengikuti sidang isbat mengatakan, setelah mendengarkan laporan terkait hasil hisab dan rukyatul hilal, Menag lalu meminta masukan dari perwakilan ormas.
"Sebelum menetapkan awal Ramadan, Menag selaku pimpinan sidang telah meminta pertimbangan dari berbagai ormas Islam," ujar KH Abdullah Jaidi saat telekonferens Hasil Sidang Isbat Awal Ramadan 1443 H di Jakarta, 1 April 2022.
Baca Juga: PBNU dan Persis Tetapkan Awal Puasa Pada 3 April, Muhammadiyah 2 April 2022Tiga perwakilan ormas yang memberikan pertimbangan, yaitu: KH Abdul Salam Nawawi (Lajnah Falakiyah NU), Dr KH Sriyatin Siddiq, (Majelis Tarjih Muhammadiyah), dan KH Syarif Ahmad Hakim (Persis). Sidang isbat menyepakati awal Ramadan 1443 H bertepatan dengan 3 April 2022.
Sekretaris Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Abdul Mu'ti menegaskan bahwa pihaknya tidak diundang oleh Kementerian Agama dalam sidang Sidang Isbat untuk menentukan awal Ramadhan 1443 H.
Abdul telah mengonfirmasi ke sejumlah pihak yang disebut-sebut diundang dalam Sidang Isbat pada tahun ini. Namun, dia menekankan, tidak ada satupun yang menyatakan menerima undangan dari Kementerian Agama yang kini dipimpin Yaqut Cholil Qoumas.
Baca Juga: Shalat Tarawih 11 Rakaat, Dalil tentang Bilangan 4-4-3(zhd)