Riset Asics: Olahraga 15 Menit 9 Detik Berdampak Positif pada Suasana Hati
Fifiyanti Abdurahman
Sabtu, 23 April 2022 - 07:47 WIB
Ilustrasi. Foto: LANGIT7/iStock
Olahraga tak hanya bermanfaat untuk kesehatan fisik saja, namun aktivitas rutin bisa berpengaruh pada kesehatan mental juga. Hal tersebut dibuktikan Global State of Mind Index (SOMI) melalui penelitian global perdananya, pada Selasa (12/4/2022) lalu.
Hasil riset yang diadakan oleh perusahaan apparel olahraga asal Jepang, Asics ini membuktikan hubungan positif antara olahraga dan kesehatan mental. Sekaligus mengunngkap potensi dampak yang mengkhawatirkan dari tingkat aktivitas yang lebih rendah pada generasi usia muda di seluruh dunia.
Baca juga: Biar Tetap Sehat, Ade Rai Beri Tips Olahraga Saat Puasa
SOMI, studi global pertama yang melacak kondisi mental 37.000 orang dari 16 negara di seluruh dunia, menemukan bahwa orang yang paling banyak bergerak memiliki State of Mind Index yang lebih tinggi. Individu yang aktif bergerak memiliki skor State of Mind Index rata-rata 68/100, dibandingkan dengan 56/100 untuk mereka yang tidak aktif.
Di samping itu, studi ini juga mengamati perbedaan dramatis dalam aktivitas fisik antar generasi dengan generasi yang lebih tua (mereka yang berusia 57+) bergerak rata-rata selama hampir satu jam (53 menit) lebih banyak daripada Gen Z seminggu.
Hal ini terbukti memiliki dampak besar pada State of Mind Index kolektif masing-masing kelompok.
Studi juga menemukan bahwa 54% dari populasi lansia global merasakan manfaat yang positif dan menggembirakan, tercatat State of Mind Index mereka rata-rata 67/100.
Hasil riset yang diadakan oleh perusahaan apparel olahraga asal Jepang, Asics ini membuktikan hubungan positif antara olahraga dan kesehatan mental. Sekaligus mengunngkap potensi dampak yang mengkhawatirkan dari tingkat aktivitas yang lebih rendah pada generasi usia muda di seluruh dunia.
Baca juga: Biar Tetap Sehat, Ade Rai Beri Tips Olahraga Saat Puasa
SOMI, studi global pertama yang melacak kondisi mental 37.000 orang dari 16 negara di seluruh dunia, menemukan bahwa orang yang paling banyak bergerak memiliki State of Mind Index yang lebih tinggi. Individu yang aktif bergerak memiliki skor State of Mind Index rata-rata 68/100, dibandingkan dengan 56/100 untuk mereka yang tidak aktif.
Di samping itu, studi ini juga mengamati perbedaan dramatis dalam aktivitas fisik antar generasi dengan generasi yang lebih tua (mereka yang berusia 57+) bergerak rata-rata selama hampir satu jam (53 menit) lebih banyak daripada Gen Z seminggu.
Hal ini terbukti memiliki dampak besar pada State of Mind Index kolektif masing-masing kelompok.
Studi juga menemukan bahwa 54% dari populasi lansia global merasakan manfaat yang positif dan menggembirakan, tercatat State of Mind Index mereka rata-rata 67/100.