LANGIT7.ID, Jakarta -
Health enthusiast sekaligus
Co-Creator of Fita’s Program, Ade Rai, memberikan tips berolahraga saat puasa agar tetap sehat. Dia menilai waktu paling tepat untuk berolahraga saat puasa adalah menjelang waktu berbuka puasa.
“Kalau waktu yang tepat, sebenarnya idealnya, kalau kita bicara secara hormonal itu the end of fasting. Itu adalah waktu yang paling tepat untuk kita melakukan aktivitas olahraga,” kata Ade Rai, dikutip
Antara, Sabtu (16/4/2022).
Baca juga: Bolehkah Penderita Diabetes dan Kardiovaskular Berpuasa?Tubuh manusia diistilahkan memiliki dua
mode.
Mode pertama disebut
fat storing, yakni ketika seseorang makan. Mode kedua,
fat burning, saat seseorang tidak makan.
Tubuh akan menggunakan sisa-sisa makanan yang ada di dalam tubuh untuk dijadikan energi pada 8 jam berpuasa. Itu untuk mengoptimalkan fat burning. Misalnya, makanan sisa sahur yang masih ada di dalam tubuh.
“Misal di sahurnya, atau sekitar 10 jam ke depan saja dia masih mencari yang namanya cadangan makanan yang masih ada,” kata Ade Rai.
Uniknya, pada saat seseorang berolahraga di ujung puasa sebelum buka puasa, itu akan mengoptimalkan badan. Hal tersebut juga akan mengaktivasi hormon yang bernama
sensitive lipase.
“Jadi olahraga sebelum buka, saya rasa itu salah satu hal yang baik. Bisa dengan kardio, atau menurut saya yang paling bagus adalah latihan beban,” ucap Ade Rai.
Baca juga: Ini Tips Berkendara Jarak Jauh agar Mudik LancarNamun, Ade Rai menegaskan, olahraga tidak harus menggunakan alat berat. Meski disebut latihan beban, bukan berarti harus menggunakan alat-alat berat. Latihan beban pun bisa dilakukan tanpa memerlukan alat beban apapun.
Dia mencontohkan gerakan
plank, ketika tubuh akan menahan berat sendiri sebagai bebannya.
“Di kepala kita bahwa latihan beban ini harus pakai besi atau yang berat-berat. Jawabannya tidak, cukup dengan menggunakan tubuh sendiri,” tutur Ade Rai.
(jqf)