Anxiety Disorder dalam Pandangan Islam serta Solusi Menghadapinya
Muhajirin
Sabtu, 14 Mei 2022 - 14:35 WIB
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Rasa cemas atau anxiety merupakan hal normal dirasakan setiap orang ketika mendengar berita yang membawa rasa takut dan khawatir. Akan tetapi, anxiety perlu diwaspadai jika muncul tanpa sebab atau sulit dikendalikan. Sebab, itu bisa jadi disebabkan oleh gangguan kecemasan (anxiety disorder).
Ustadz Adi Hidayat (UAH) menjelaskan, rasa takut yang Allah tanamkan secara fitrah kepada manusia merupakan ketautan yang wajar. Wajar artinya washatiyah atau berada di tengah-tengah (netral).
"Jadi tengah-tengah ini maksudnya adalah hal yang wajar, takut atau gelisah tiba-tiba anak pulang terlambat, takut ketika awan mendung," kata UAH di kanal Youtube-nya, dikutip Sabtu (14/5/2022).
Baca Juga: Test Anxiety Disorder, Tak Cepat Diatasi Bisa Jadi Lingkaran Setan
Rasa takut atau cemas yang wajar itu bisa ditarik ke kanan atau ke kiri. Jika ditarik ke kanan, maka perkara wajar itu akan naik level yakni mendekat kepada Allah. Itu bisa dilakukan dengan cara memperbanyak dzikir tanpa harus meninggalkan aktivitas sehari-hari.
Ustadz Adi Hidayat (UAH) menjelaskan, rasa takut yang Allah tanamkan secara fitrah kepada manusia merupakan ketautan yang wajar. Wajar artinya washatiyah atau berada di tengah-tengah (netral).
"Jadi tengah-tengah ini maksudnya adalah hal yang wajar, takut atau gelisah tiba-tiba anak pulang terlambat, takut ketika awan mendung," kata UAH di kanal Youtube-nya, dikutip Sabtu (14/5/2022).
Baca Juga: Test Anxiety Disorder, Tak Cepat Diatasi Bisa Jadi Lingkaran Setan
Rasa takut atau cemas yang wajar itu bisa ditarik ke kanan atau ke kiri. Jika ditarik ke kanan, maka perkara wajar itu akan naik level yakni mendekat kepada Allah. Itu bisa dilakukan dengan cara memperbanyak dzikir tanpa harus meninggalkan aktivitas sehari-hari.