Krisis Ekonomi, 1.585 Jemaah Sri Lanka Gagal Berangkat Haji
Fifiyanti Abdurahman
Kamis, 02 Juni 2022 - 15:00 WIB
Jemaah haji Sri Lanka gagal berangkat ke Tanah Suci tahun ini karena krisis ekonomi. Foto: Pexels/Afif Kusuma
Sebanyak 1.585 calon jemaah haji Sri Lanka gagal berangkat ke Tanah Suci tahun ini karena krisis ekonomi. Penyelenggara haji Sri Lanka terpaksa tak memberangkatkan jemaah karena negara tengah mengalami krisis ekonomi terberat sepanjang sejarah.
Meski ada pengurangan kuota jemaah haji Sri Lanka tahun ini, namun biaya pemberangkatkan masih terlalu tinggi untuk ditanggung negara.
Baca juga: Kenaikan Biaya Haji Tak Dibebankan ke Jemaah, MPR: Ini Patut Diapresiasi
“Ketika melalui situasi yang berlaku dan penderitaan yang dialami orang-orang di Ibu Lanka kami, anggota kedua asosiasi memutuskan untuk mengorbankan haji tahun ini,” kata Asosiasi Operator Tur Haji Semua Ceylon dan Asosiasi Operator Tur Haji Sri Lanka dalam sebuah surat kepada Departemen Agama Islam negara itu.
Organisasi-organisasi tersebut merupakan operator haji berlisensi pemerintah — satu-satunya penyelenggara tur yang tersedia untuk calon peziarah.
Presiden Asosiasi Operator Tur Haji Rizmi Reyal mengatakan bahwa keputusan operator bersuara bulat karena krisis dolar parah yang dihadapi negara.
Ekonomi Sri Lanka sedang dalam kesulitan. Awal bulan ini, kementerian keuangan memperkirakan cadangan devisa yang dapat digunakan kurang dari 50 juta dolar Amerika Serikat. Negara ini telah gagal membayar utangnya setelah melewatkan tenggat waktu pembayaran utang luar negeri.
Meski ada pengurangan kuota jemaah haji Sri Lanka tahun ini, namun biaya pemberangkatkan masih terlalu tinggi untuk ditanggung negara.
Baca juga: Kenaikan Biaya Haji Tak Dibebankan ke Jemaah, MPR: Ini Patut Diapresiasi
“Ketika melalui situasi yang berlaku dan penderitaan yang dialami orang-orang di Ibu Lanka kami, anggota kedua asosiasi memutuskan untuk mengorbankan haji tahun ini,” kata Asosiasi Operator Tur Haji Semua Ceylon dan Asosiasi Operator Tur Haji Sri Lanka dalam sebuah surat kepada Departemen Agama Islam negara itu.
Organisasi-organisasi tersebut merupakan operator haji berlisensi pemerintah — satu-satunya penyelenggara tur yang tersedia untuk calon peziarah.
Presiden Asosiasi Operator Tur Haji Rizmi Reyal mengatakan bahwa keputusan operator bersuara bulat karena krisis dolar parah yang dihadapi negara.
Ekonomi Sri Lanka sedang dalam kesulitan. Awal bulan ini, kementerian keuangan memperkirakan cadangan devisa yang dapat digunakan kurang dari 50 juta dolar Amerika Serikat. Negara ini telah gagal membayar utangnya setelah melewatkan tenggat waktu pembayaran utang luar negeri.