Mahathir Mohamad: Agar Maju dalam Sains dan Teknologi, Umat Islam Harus Terbuka
Muhajirin
Senin, 18 Juli 2022 - 08:00 WIB
Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad (foto: Antara)
Mantan Perdana Menteri Malaysia, Tun Dr. Mahathir Mohamad, menerangkan faktor utama umat Islam di masa lalu bisa menempati puncak intelektual dunia dan maju dalam bidang sains teknologi.
Pada masa awal Islam, tidak banyak literatur tentang sains dalam Islam. Lalu umat Islam membaca buku-buku yang ditulis oleh orang-orang Yunani, India, dan peradaban lain yang sudah maju.
“Mereka sangat berpikiran terbuka. Mereka mempelajari sains dan memperluas pengetahuan berbasis sains, dan mereka adalah ilmuwan yang keren, ahli matematika yang keren,” kata Tun Mahathir saat diwawancarai di kanal Gita Wirjawan, dikutip Senin (18/7/2022).
Baca Juga: Mahathir Mohamad: Kemunduran Umat Islam karena Jauh dari Al-Qur'an
Mahathir menyebut, cara belajar umat Islam terdahulu itu terinspirasi dari Al-Qur’an. Kitab suci itu selalu mendorong umat Islam untuk belajar, dan tidak menentukan apa yang harus dibaca.
Al-Qur’an hanya mengatakan iqraatau bacalah. Artinya, umat Islam harus mempelajari setiap hal, karena itu merupakan wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW.
Pada masa awal Islam, tidak banyak literatur tentang sains dalam Islam. Lalu umat Islam membaca buku-buku yang ditulis oleh orang-orang Yunani, India, dan peradaban lain yang sudah maju.
“Mereka sangat berpikiran terbuka. Mereka mempelajari sains dan memperluas pengetahuan berbasis sains, dan mereka adalah ilmuwan yang keren, ahli matematika yang keren,” kata Tun Mahathir saat diwawancarai di kanal Gita Wirjawan, dikutip Senin (18/7/2022).
Baca Juga: Mahathir Mohamad: Kemunduran Umat Islam karena Jauh dari Al-Qur'an
Mahathir menyebut, cara belajar umat Islam terdahulu itu terinspirasi dari Al-Qur’an. Kitab suci itu selalu mendorong umat Islam untuk belajar, dan tidak menentukan apa yang harus dibaca.
Al-Qur’an hanya mengatakan iqraatau bacalah. Artinya, umat Islam harus mempelajari setiap hal, karena itu merupakan wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW.