LANGIT7.ID, Kuala Lumpur - Mantan Perdana Menteri Malaysia, Tun Dr.
Mahathir Mohamad, menerangkan faktor utama umat Islam di masa lalu bisa menempati puncak intelektual dunia dan maju dalam bidang sains teknologi.
Pada masa awal Islam, tidak banyak literatur tentang sains dalam Islam. Lalu umat Islam membaca buku-buku yang ditulis oleh orang-orang Yunani, India, dan peradaban lain yang sudah maju.
“Mereka sangat berpikiran terbuka. Mereka mempelajari sains dan memperluas pengetahuan berbasis sains, dan mereka adalah ilmuwan yang keren, ahli matematika yang keren,” kata Tun Mahathir saat diwawancarai di kanal Gita Wirjawan, dikutip Senin (18/7/2022).
Baca Juga: Mahathir Mohamad: Kemunduran Umat Islam karena Jauh dari Al-Qur'an
Mahathir menyebut, cara belajar umat Islam terdahulu itu terinspirasi dari Al-Qur’an. Kitab suci itu selalu mendorong umat Islam untuk belajar, dan tidak menentukan apa yang harus dibaca.
Al-Qur’an hanya mengatakan
iqra atau bacalah. Artinya, umat Islam harus mempelajari setiap hal, karena itu merupakan wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW.
“Mereka membaca tulisan-tulisan para filsuf, seperti Aristoteles dan sebagainya. Mereka mengembangkan pemikiran mereka sendiri,” ucap Tun Mahathir.
Islam akan berkembang jika agama dan ilmu pengetahuan modern tidak dipisahkan. Mahathir kemudian mengutip Surah Al Anfal ayat 60 yang memerintahkan agar umat muslim membela Islam dengan kuda, panah dan peralatan perang.
Baca Juga: Islam Selaras dengan Perkembangan Sains dan Teknologiوَأَعِدُّوا۟ لَهُم مَّا ٱسْتَطَعْتُم مِّن قُوَّةٍ وَمِن رِّبَاطِ ٱلْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِۦ عَدُوَّ ٱللَّهِ وَعَدُوَّكُمْ وَءَاخَرِينَ مِن دُونِهِمْ لَا تَعْلَمُونَهُمُ ٱللَّهُ يَعْلَمُهُمْ ۚ وَمَا تُنفِقُوا۟ مِن شَىْءٍ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنتُمْ لَا تُظْلَمُونَ
"Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan)." (QS Al-Anfal: 60).
Namun zaman terus berkembang, maka saat ini umat Islam harus memiliki pesawat tempur dan senjata otomatis, karena panah dan kuda sudah tidak berguna.
“Untuk menguasai itu semua, anda harus memiliki pengetahuan; pengetahuan tentang sains, fisika, kimia, dan matematika,” jelas Tun Mahathir.
Menurutnya, persoalan yang menjadi masalah di banyak negara-negara mayoritas muslim adalah terlalu fokus mengkaji teks agama, sehingga lupa mempelajari ilmu-ilmu modern. Akhirnya, umat Islam bergantung pada negara-negara lain dalam hal alutsista, teknologi, dan lain sebagainya.
Baca Juga: Budaya Ilmu Tinggi, Kunci Peradaban Islam Bisa Kuasai Dunia
“Karena pengetahuan anda terbatas hanya pada agama;
Fardhu Ain,
Fardhu Kifayah, dan sebagainya. Tetapi anda tidak memiliki pengetahuan tentang sains, dan karena itu Anda tidak dapat melindungi diri Anda sendiri, yang merupakan salah satu hal diperintahkan oleh Islam melalui Al-Qur'an, bahwa semua Muslim harus siap untuk melindungi Muslim,” ungkap Tun Mahathir.
Maka itu, kata dia, umat Islam butuh pemimpin yang berani mengubah kurikulum di sekolah. Kurikulum yang mengajarkan nilai-nilai yang baik kepada siswa. Sekolah harus membuka pikiran siswa agar mengikuti cara belajar umat muslim terdahulu.
“Namun sayangnya, kita tidak memiliki pemimpin yang pertama, cukup berani untuk mengatakan bahwa kita salah. Dan tentu saja yang paham, sehingga bisa memberi tahu kenapa kita salah. Karena itu, pemimpin harus paham agama,” pungkas Tun Mahathir.
(jqf)