Ini Faktor Internal dan Eksternal Munculnya Islamofobia
Mahmuda attar hussein
Jum'at, 12 Agustus 2022 - 08:50 WIB
Ilustrasi Islamphobia. (Foto: iStock).
Ada faktor internal dan eksternal perkembangan Islamofobiadi tanah air. Pengaruh ini tak terlepas dari masalah mahzab, ideologi dan budaya di Indonesia.
Wakil Ketua Umum PP Persatuan Islam (Persis), Ustadz Jeje Zaenudin menjelaskan, dilihat dari faktor eksternal, secara global karena ada yang namanya pergeseran peradaban.
"Di abad ke-21 ini terjadi pergeseran dominasi dari peradaban Barat kepada peradaban kebangkitan Islam. Di sinilah terjadi pergesekan peradaban yang secara ilmiah dijelaskan dalam Al-Quran," kata dia kepada Langit7, Jumat (12/8/2022).
Baca Juga: Negara Harus Hadir untuk Menjawab Islamofobia di Masyarakat
Menurutnya, Eropa dan Amerika sadar bahwa peradaban mereka telah sampai pada puncaknya, sehingga Islam mulai dijadikan sebagai kambing hitamnya.
"Populasi Islam terus meningkat, salah satunya secara geografis melalui aspek ajarannya yang punya keunggulan. Maka wajar kalau kemudian ada upaya menghambat kebangkitan Islam dan mempertahankan peradaban mereka (Barat)," ungkapnya.
Sementara dari faktor internal, lanjut dia, berasal dari sejarah bahwa Islam memiliki beberapa mazhab. Kekayaan hasanah Islam menjadi buah pikiran yang kontras dari nilai kemanusiaan dan peradaban, khususnya mazhab ekstrem.
Wakil Ketua Umum PP Persatuan Islam (Persis), Ustadz Jeje Zaenudin menjelaskan, dilihat dari faktor eksternal, secara global karena ada yang namanya pergeseran peradaban.
"Di abad ke-21 ini terjadi pergeseran dominasi dari peradaban Barat kepada peradaban kebangkitan Islam. Di sinilah terjadi pergesekan peradaban yang secara ilmiah dijelaskan dalam Al-Quran," kata dia kepada Langit7, Jumat (12/8/2022).
Baca Juga: Negara Harus Hadir untuk Menjawab Islamofobia di Masyarakat
Menurutnya, Eropa dan Amerika sadar bahwa peradaban mereka telah sampai pada puncaknya, sehingga Islam mulai dijadikan sebagai kambing hitamnya.
"Populasi Islam terus meningkat, salah satunya secara geografis melalui aspek ajarannya yang punya keunggulan. Maka wajar kalau kemudian ada upaya menghambat kebangkitan Islam dan mempertahankan peradaban mereka (Barat)," ungkapnya.
Sementara dari faktor internal, lanjut dia, berasal dari sejarah bahwa Islam memiliki beberapa mazhab. Kekayaan hasanah Islam menjadi buah pikiran yang kontras dari nilai kemanusiaan dan peradaban, khususnya mazhab ekstrem.