Mendagri Bagikan 10 Juta Bendera Merah Putih di Surabaya
Fajar adhitya
Ahad, 14 Agustus 2022 - 21:45 WIB
Mendagri Tito Karnavian saat menghadiri pembagian 10 juta bendera Merah Putih di Surabaya (foto: kemendagri)
Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian membagikan 10 juta Bendera Merah Putih di Kota Pahlawan Surabaya, Jawa Timur. Selain tempat kelahiran Bung Karno, Surabaya memiliki latar belakang historis yang cukup kuat terkait berkibarnya bendera merah putih.
Mendagri mengisahkan epiknya perjuangan para pahlawan demi berkibarnya Merah Putih dalam insiden di Hotel Yamato. Peperangan timbul akibat tindakan provokatif Belanda yang mengibarkan bendera merah putih biru di hotel tersebut.
Menurut Mendagri, Kemerdekaan ke-77 RI tahun ini patut disyukuri. Sebab, masyarakat Indonesia tak perlu berkonfrontasi dengan pihak manapun untuk mengibarkan Merah Putih.
Baca juga:Mendagri Tito Ungkap Spirit Pembentukan DOB Papua
"Pelajaran penting yang kita pelajari, kalau ini kita dalam suasana menaikkan bendera tanpa ada perlawanan, seperti yang dilakukan tokoh-tokoh senior yang ada di Surabaya," kata Mendagri di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Ahad (14/8/2022).
Mendagri menceritakan, saat itu arek-arek Suroboyo melakukan perlawanan dengan menurunkan bendera merah putih biru milik Belanda. Di atas Hotel Yamato, mereka merobek warna biru sehingga menyisakan warna merah dan putihnya saja.
Surabaya juga memiliki peran penting dalam peristiwa 10 November 1945. "Indonesia bisa kita pertahankan salah satunya karena adanya nilai kepahlawanan, militansi, dan keberanian arek-arek Suroboyo," kata Mendagri.
Mendagri mengisahkan epiknya perjuangan para pahlawan demi berkibarnya Merah Putih dalam insiden di Hotel Yamato. Peperangan timbul akibat tindakan provokatif Belanda yang mengibarkan bendera merah putih biru di hotel tersebut.
Menurut Mendagri, Kemerdekaan ke-77 RI tahun ini patut disyukuri. Sebab, masyarakat Indonesia tak perlu berkonfrontasi dengan pihak manapun untuk mengibarkan Merah Putih.
Baca juga:Mendagri Tito Ungkap Spirit Pembentukan DOB Papua
"Pelajaran penting yang kita pelajari, kalau ini kita dalam suasana menaikkan bendera tanpa ada perlawanan, seperti yang dilakukan tokoh-tokoh senior yang ada di Surabaya," kata Mendagri di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Ahad (14/8/2022).
Mendagri menceritakan, saat itu arek-arek Suroboyo melakukan perlawanan dengan menurunkan bendera merah putih biru milik Belanda. Di atas Hotel Yamato, mereka merobek warna biru sehingga menyisakan warna merah dan putihnya saja.
Surabaya juga memiliki peran penting dalam peristiwa 10 November 1945. "Indonesia bisa kita pertahankan salah satunya karena adanya nilai kepahlawanan, militansi, dan keberanian arek-arek Suroboyo," kata Mendagri.