Tafsir Al Munir: Kisah 2 Malaikat Pengajar Sihir dalam Al-Qur'an
Fajar adhitya
Jum'at, 19 Agustus 2022 - 14:30 WIB
Ilustrasi. Foto: Langit7.id/iStock.
Al-Quran menerangkan adanya fenomena sihir. Dalam Al-Qur'an, sihir disebutkan di banyak tempat, terutama dalam kisah-kisah Musa dan Fir'aun.
Al-Qur'an menyifati sihir sebagai tipuan dan permainan mata. Orang yang melihatnya menganggap sesuatu yang tidak nyata sebagai sesuatu yang nyata.
Fenomena sihir dalam Al-Qur'an misalnya terjadi saat Nabi Musa melawan para penyihir Firaun sebagaimana firman Allah dalam Surat Al-A'raf ayat 116:
قَالَ اَلْقُوْاۚ فَلَمَّآ اَلْقَوْا سَحَرُوْٓا اَعْيُنَ النَّاسِ وَاسْتَرْهَبُوْهُمْ وَجَاۤءُوْ بِسِحْرٍ عَظِيْمٍ
Artinya: Dia (Musa) menjawab, “Lemparkanlah (lebih dahulu)!” Maka, ketika melemparkan (tali-temali), mereka menyihir mata orang banyak dan menjadikan mereka takut. Mereka memperlihatkan sihir yang hebat (menakjubkan).
Baca Juga:Tafsir Al-Baqarah Ayat 238: Perintah Pelihara Salat dan Khusyuk
Sihir pertama kali diajarkan oleh malaikat Harut dan Marut di Babilonia. Dua malaikat ini mengajari manusia sihir, yang banyak tekniknya yang aneh di zaman mereka.
Al-Qur'an menyifati sihir sebagai tipuan dan permainan mata. Orang yang melihatnya menganggap sesuatu yang tidak nyata sebagai sesuatu yang nyata.
Fenomena sihir dalam Al-Qur'an misalnya terjadi saat Nabi Musa melawan para penyihir Firaun sebagaimana firman Allah dalam Surat Al-A'raf ayat 116:
قَالَ اَلْقُوْاۚ فَلَمَّآ اَلْقَوْا سَحَرُوْٓا اَعْيُنَ النَّاسِ وَاسْتَرْهَبُوْهُمْ وَجَاۤءُوْ بِسِحْرٍ عَظِيْمٍ
Artinya: Dia (Musa) menjawab, “Lemparkanlah (lebih dahulu)!” Maka, ketika melemparkan (tali-temali), mereka menyihir mata orang banyak dan menjadikan mereka takut. Mereka memperlihatkan sihir yang hebat (menakjubkan).
Baca Juga:Tafsir Al-Baqarah Ayat 238: Perintah Pelihara Salat dan Khusyuk
Sihir pertama kali diajarkan oleh malaikat Harut dan Marut di Babilonia. Dua malaikat ini mengajari manusia sihir, yang banyak tekniknya yang aneh di zaman mereka.