home edukasi & pesantren

Hilangnya Ruh Ilmu dalam Pendidikan di Masa Pandemi

Kamis, 12 Agustus 2021 - 11:00 WIB
Ilustrasi seorang anak bosan belajar daring (foto: langit7.id/istock)
Pandemi Covid-19 memindahkan pembelajaran dari sekolah ke rumah. Satu tahun lebih pembelajaran daring menjadi pilihan agar roda pendidikan tetap berjalan. Namun rupanya, sistem pembelajaran daring melahirkan masalah baru yang justru sangat substansial dalam proses pendidikan, yakni hilangnya ruh ilmu.

Konsultan Pendidikan Islam, Dr. Dede R. Misbahul Alam, mengatakan, teknologi informasi dan komunikasi menjadi sebuah dilema di tengah-tengah masyarakat saat ini. Teknologi memang bisa memberikan ragam kemudahan, termasuk dalam dunia pendidikan.

Kendala jarak bisa ditaklukkan. Larangan berkerumun akibat pandemi bisa diatasi. Namun mentransfer ruh ilmu kepada peserta didik, itu yang tidak bisa.

“Teknologi bahkan bisa membuat anak pintar dan mengasah skil. Tinggal di kamar, asal mau membaca dan menonton video edukasi. Tapi internet atau teknologi itu tidak memberikan ruh kepada kita, sehingga apa yang kita dapatkan dalam ilmu, tanpa bertemu guru, itu tidak akan mempunya nilai. Tidak akan memiliki ruh dalam hati kita, sehingga nanti tidak akan menjadi amal,” kata Dede dalam webinar ‘Pendidikan Online untuk Anak Beradab’ melalui akun youtube AQL Islamic Center, dikutip Kamis (12/8/2021).

Teknologi akhirnya menjadi bada disrupsi dalam kehidupan sosial. Banyak contoh terjadi di lapangan. Anak-anak dengan mudah membodohi orang tua. Dengan alasan belajar, anak-anak bisa memiliki gawai super canggih. Padahal pembelajaran daring hanya beberapa jam. Selebihnya gawai beralihfungsi menjadi alat tontonan dan game online.

“Ini adalah disrupsi yang kemudian menyebabkan anak-anak tercerabut ke akar-akarnya, mulai dari karakter, tidak disiplin, sampai kepada anak yang mudah membohongi orang tua,” ucap Deden.

Semua orang menyadari itu. Namun kesadaran itu disertai dilema besar. Pembelajaran tidak bisa tanpa teknologi di masa pandemi. Meski dengan penuh konsekuensi, pembelajaran daring menjadi pilihan.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
pendidikan anak pembelajaran jarak jauh belajar daring belajar di rumah
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya