Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 02 Agustus 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Hilangnya Ruh Ilmu dalam Pendidikan di Masa Pandemi

Muhajirin Kamis, 12 Agustus 2021 - 11:00 WIB
Hilangnya Ruh Ilmu dalam Pendidikan di Masa Pandemi
Ilustrasi seorang anak bosan belajar daring (foto: langit7.id/istock)
LANGIT7.ID - Pandemi Covid-19 memindahkan pembelajaran dari sekolah ke rumah. Satu tahun lebih pembelajaran daring menjadi pilihan agar roda pendidikan tetap berjalan. Namun rupanya, sistem pembelajaran daring melahirkan masalah baru yang justru sangat substansial dalam proses pendidikan, yakni hilangnya ruh ilmu.

Konsultan Pendidikan Islam, Dr. Dede R. Misbahul Alam, mengatakan, teknologi informasi dan komunikasi menjadi sebuah dilema di tengah-tengah masyarakat saat ini. Teknologi memang bisa memberikan ragam kemudahan, termasuk dalam dunia pendidikan.

Kendala jarak bisa ditaklukkan. Larangan berkerumun akibat pandemi bisa diatasi. Namun mentransfer ruh ilmu kepada peserta didik, itu yang tidak bisa.

“Teknologi bahkan bisa membuat anak pintar dan mengasah skil. Tinggal di kamar, asal mau membaca dan menonton video edukasi. Tapi internet atau teknologi itu tidak memberikan ruh kepada kita, sehingga apa yang kita dapatkan dalam ilmu, tanpa bertemu guru, itu tidak akan mempunya nilai. Tidak akan memiliki ruh dalam hati kita, sehingga nanti tidak akan menjadi amal,” kata Dede dalam webinar ‘Pendidikan Online untuk Anak Beradab’ melalui akun youtube AQL Islamic Center, dikutip Kamis (12/8/2021).

Teknologi akhirnya menjadi bada disrupsi dalam kehidupan sosial. Banyak contoh terjadi di lapangan. Anak-anak dengan mudah membodohi orang tua. Dengan alasan belajar, anak-anak bisa memiliki gawai super canggih. Padahal pembelajaran daring hanya beberapa jam. Selebihnya gawai beralihfungsi menjadi alat tontonan dan game online.

“Ini adalah disrupsi yang kemudian menyebabkan anak-anak tercerabut ke akar-akarnya, mulai dari karakter, tidak disiplin, sampai kepada anak yang mudah membohongi orang tua,” ucap Deden.

Semua orang menyadari itu. Namun kesadaran itu disertai dilema besar. Pembelajaran tidak bisa tanpa teknologi di masa pandemi. Meski dengan penuh konsekuensi, pembelajaran daring menjadi pilihan.

“Pandemi mengubah sistem pembelajaran yang akhirnya berubah menjadi dilema besar pada masyarakat. Karena apa, ternyata setelah belajar sekian lama melalui online ternyata tidak memberikan pengaruh. Virtual tidak memberikan efek pada karakter anak,” kata Deden.

Oleh karena itu, Deden meminta guru melihat persoalan itu sebagai masalah besar. Jika tidak ditangani dengan baik pasti akan berefek hingga puluhan tahun ke depan. Deden tidak mau Indonesia mengalami lost generation.

Deden meminta agar guru tidak sibuk menyiapkan perangkat dan alat pembelajaran saja, namun harus memikirkan kurikulum yang tepat agar ruh ilmu bisa tersampaikan kepada anak-anak.

“Jangan terjebak pada perangkat, sibuk dengan sistim, bagaimana mengajar dengan mudah, suara bagus, sinyal dan lain sebagainya,” ucapnya.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 02 Agustus 2026
Imsak
04:35
Shubuh
04:45
Dhuhur
12:02
Ashar
15:24
Maghrib
17:58
Isya
19:09
Lihat Selengkapnya
right-3 (Desktop - langit7.id)
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan