home global news

Kejar Ketinggalan dari Malaysia, Kemenag Percepat Program Sehati

Selasa, 30 Agustus 2022 - 14:00 WIB
Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama (Kemenag), Muhammad Aqil Irham. Foto: Istimewa.
Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama (Kemenag), Muhammad Aqil Irham mengungkapkan bahwa pemberian fasilitasi Sertifikasi Halal Gratis (Sehati) merupakan upaya pemerintah untuk menjadikan Indonesia produsen halal nomor satu di dunia pada 2024 mendatang.

“Jika sebelumnya rata-rata per tahun hanya ada sekitar 100 ribu produk disertifikasi halal, dengan pemberian fasilitasi ini kita berharap akan ada lompatan jumlah,” ujar Aqil dalam keterangannya, dikutip Selasa (30/8/2022).

Lebih lanjut, ia menjelaskan, percepatan sertifikasi produk halal ini dilakukan agar Indonesia dapat mengejar ketertinggalan dari negara tetangga Malaysia.

"Malaysia itu menurut laporan halal global, hampir satu dekade menduduki peringkat pertama industri halal. Padahal dulu belajarnya di Indonesia," kata Aqil.

Baca Juga:Es Krim Berpotensi Haram, Ini Penjelasan LPPOM-MUI

Ia menjelaskan bahwa selama ini tren sertifikasi halal di Indonesia hanya mencapai 100 ribu produk per tahun. Yang berarti angka tersebut masih jauh untuk menjadikan Indonesia sebagai produsen halal nomor satu di dunia.

"Kalau kita melihat data, ada 64 juta pelaku Usaha Mikro Kecil (UMK) misalkan masing-masing punya satu produk, dibagi 100 ribu. Artinya kita butuh 640 tahun untuk mensertifikasi halal semua produknya," jelasnya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
kemenag malaysia sertifikasi halal bpjph lppom mui
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya