Belajar Agama Lewat Internet, Hati-Hati Cari Rujukan di Google
Mahmuda attar hussein
Kamis, 01 September 2022 - 15:15 WIB
Ilustrasi belajar agama lewat internet. (Foto: Istimewa).
Belajar agama lewat internet harus berhati-hati. Umat Islam jangan sampai salah menyerap ilmu agama karena mencari rujukannya hanya dari google saja.
Di era digitalisasi ini, umat Islam dimudahkan dalam memperoleh ilmu melalui kajian agama secara online. Namun di sisi lain, umat juga harus berhati-hati.
Ketua Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU) KH Abdullah Syamsul Arifin mengatakan, perlu kehati-hatian dalam mencari ilmu di google.
Sebab, dikhawatirkan umat justru tersesat bila tidak memiliki kemampuan menyaring sumber dari website tertentu.
Baca Juga:Gus Baha: Pendakwah Harus Buat Masyarakat Senang dalam Belajar Agama
"Google hanya bisa menunjukkan website atau konten yang kita cari, tapi google tidak bisa menjelaskan maksud dari konten secara detail, dan terkadang tidak sesuai," tegas dia seperti dilansir NU Online, dikutip Kamis (1/9/2022).
Kendati demikian, lanjut muslim yang akrab disapa Gus Aab ini, di zaman modern umat boleh menggunakan internet untuk mengikuti kajian agama secara online. Namun, internet tidak boleh dijadikan sebagai guru agama.
Di era digitalisasi ini, umat Islam dimudahkan dalam memperoleh ilmu melalui kajian agama secara online. Namun di sisi lain, umat juga harus berhati-hati.
Ketua Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU) KH Abdullah Syamsul Arifin mengatakan, perlu kehati-hatian dalam mencari ilmu di google.
Sebab, dikhawatirkan umat justru tersesat bila tidak memiliki kemampuan menyaring sumber dari website tertentu.
Baca Juga:Gus Baha: Pendakwah Harus Buat Masyarakat Senang dalam Belajar Agama
"Google hanya bisa menunjukkan website atau konten yang kita cari, tapi google tidak bisa menjelaskan maksud dari konten secara detail, dan terkadang tidak sesuai," tegas dia seperti dilansir NU Online, dikutip Kamis (1/9/2022).
Kendati demikian, lanjut muslim yang akrab disapa Gus Aab ini, di zaman modern umat boleh menggunakan internet untuk mengikuti kajian agama secara online. Namun, internet tidak boleh dijadikan sebagai guru agama.