Ini Alasan di Balik Perintah Jauhi Makan Makanan dan Harta Haram
Fifiyanti Abdurahman
Sabtu, 10 September 2022 - 06:06 WIB
Ilustrasi menerima uang suap. Foto: LANGIT7/iStock
Dalam ajaran Islam, mengkonsumsi makanan halal itu sangat penting sebagai bukti keimanan. Perintah tersebut tertulis dengan jelas dalam firman Allah SWT, surat Al-Mu'minun ayat 51,
"Wahai para rasul! Makanlah dari (makanan) yang baik-baik, dan kerjakanlah kebajikan. Sungguh, Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (Al-Mu'minun: 51).
Anjuran memakan makanan yang halal juga disebutkan dalam hadist,
“Setiap tubuh yang tumbuh dari (makanan) yang haram, maka api neraka lebih utama baginya (lebih layak membakarnya).” (HR. At-Thabrani).
Baca juga: 2 Hal Ini Jadi Syarat Amal Ibadah Diterima Allah SWT
Pendakwah, Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri mengatakan dua perintah dalam surat Al Mu'minun ayat 51 tersebut dijelaskan untuk memakan makanan yang baik dan halal serta beramal soleh.
Menurut dia, ini menunjukkan secara tersirat bahwa ada hubungan antara makanan dan harta yang di dapatkan dengan semangatberibadah.
"Wahai para rasul! Makanlah dari (makanan) yang baik-baik, dan kerjakanlah kebajikan. Sungguh, Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (Al-Mu'minun: 51).
Anjuran memakan makanan yang halal juga disebutkan dalam hadist,
“Setiap tubuh yang tumbuh dari (makanan) yang haram, maka api neraka lebih utama baginya (lebih layak membakarnya).” (HR. At-Thabrani).
Baca juga: 2 Hal Ini Jadi Syarat Amal Ibadah Diterima Allah SWT
Pendakwah, Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri mengatakan dua perintah dalam surat Al Mu'minun ayat 51 tersebut dijelaskan untuk memakan makanan yang baik dan halal serta beramal soleh.
Menurut dia, ini menunjukkan secara tersirat bahwa ada hubungan antara makanan dan harta yang di dapatkan dengan semangatberibadah.