Ini 3 Jenis Pencari Ilmu, Nomor 3 Sangat Tercela
Fajar adhitya
Senin, 12 September 2022 - 05:00 WIB
Suasana belajar di rumah tahfiz Darul AShom di Yogyakarta yang diasuh oleh Ustaz Abu Kahfi. (Foto: Istimewa)
Dr. Anies Ahmad Karzoun dalam bukunya Adab Tholibil Ilmi menguraikan tiga jenis para pencari ilmu dan kedudukannya. Pertama, ada yang menjadi ‘alim sekaligus ‘amil. Dia semangat dalam mencari ilmu sekaligus mengamalkannya.
Inilah sebaik-baik karakter pencari ilmu yang oleh Rasulullah diibaratkan sebagai bumi yang subur. Karena kesuburannya, ia ibarat bumi yang mampu menampung curah hujan lalu menumbuhkan berbagai tanaman yang bisa dimanfaatkan manusia.
Kedua, pencari ilmu yang tidak mengamalkan ilmunya. Dia menghabiskan waktunya untuk ilmu, tetapi tidak mengamalkannya atau tidak memahaminya.
Baca juga:KH Imam Zarkasyi Modernis Pesantren Berdarah Ningrat Kerajaan
Pencari ilmu yang demikian ibarat tanah keras yang tidak menyerap air dan dan tidak menumbuhkan tanaman. Dia hanya bisa menahan air, lalu air itulah yang dimanfaatkan orang lain untuk kemaslahatan hidup.
Ketiga, ada yang mendengarkanilmu, tapi tidak bisa menyimpannya dan tidak mengamalkannya. Ia hanya belajar meski sulit paham dan tidak pula mengajarkannya untuk orang lain.
Karakter pencari ilmu jenis ketiga ini ibarat tanah licin yang tidak mampu menampung air dan tidak pula menumbuhkan tanaman. Inilah serendah-rendahnya kedudukan para pencari ilmu.
Inilah sebaik-baik karakter pencari ilmu yang oleh Rasulullah diibaratkan sebagai bumi yang subur. Karena kesuburannya, ia ibarat bumi yang mampu menampung curah hujan lalu menumbuhkan berbagai tanaman yang bisa dimanfaatkan manusia.
Kedua, pencari ilmu yang tidak mengamalkan ilmunya. Dia menghabiskan waktunya untuk ilmu, tetapi tidak mengamalkannya atau tidak memahaminya.
Baca juga:KH Imam Zarkasyi Modernis Pesantren Berdarah Ningrat Kerajaan
Pencari ilmu yang demikian ibarat tanah keras yang tidak menyerap air dan dan tidak menumbuhkan tanaman. Dia hanya bisa menahan air, lalu air itulah yang dimanfaatkan orang lain untuk kemaslahatan hidup.
Ketiga, ada yang mendengarkanilmu, tapi tidak bisa menyimpannya dan tidak mengamalkannya. Ia hanya belajar meski sulit paham dan tidak pula mengajarkannya untuk orang lain.
Karakter pencari ilmu jenis ketiga ini ibarat tanah licin yang tidak mampu menampung air dan tidak pula menumbuhkan tanaman. Inilah serendah-rendahnya kedudukan para pencari ilmu.