Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 19 April 2026
home lifestyle muslim detail berita

Ini 3 Jenis Pencari Ilmu, Nomor 3 Sangat Tercela

fajar adhitya Senin, 12 September 2022 - 05:00 WIB
Ini 3 Jenis Pencari Ilmu, Nomor 3 Sangat Tercela
Suasana belajar di rumah tahfiz Darul AShom di Yogyakarta yang diasuh oleh Ustaz Abu Kahfi. (Foto: Istimewa)
LANGIT7.ID, Jakarta - Dr. Anies Ahmad Karzoun dalam bukunya Adab Tholibil Ilmi menguraikan tiga jenis para pencari ilmu dan kedudukannya. Pertama, ada yang menjadi ‘alim sekaligus ‘amil. Dia semangat dalam mencari ilmu sekaligus mengamalkannya.

Inilah sebaik-baik karakter pencari ilmu yang oleh Rasulullah diibaratkan sebagai bumi yang subur. Karena kesuburannya, ia ibarat bumi yang mampu menampung curah hujan lalu menumbuhkan berbagai tanaman yang bisa dimanfaatkan manusia.

Kedua, pencari ilmu yang tidak mengamalkan ilmunya. Dia menghabiskan waktunya untuk ilmu, tetapi tidak mengamalkannya atau tidak memahaminya.

Baca juga: KH Imam Zarkasyi Modernis Pesantren Berdarah Ningrat Kerajaan

Pencari ilmu yang demikian ibarat tanah keras yang tidak menyerap air dan dan tidak menumbuhkan tanaman. Dia hanya bisa menahan air, lalu air itulah yang dimanfaatkan orang lain untuk kemaslahatan hidup.

Ketiga, ada yang mendengarkan ilmu, tapi tidak bisa menyimpannya dan tidak mengamalkannya. Ia hanya belajar meski sulit paham dan tidak pula mengajarkannya untuk orang lain.

Karakter pencari ilmu jenis ketiga ini ibarat tanah licin yang tidak mampu menampung air dan tidak pula menumbuhkan tanaman. Inilah serendah-rendahnya kedudukan para pencari ilmu.

“Dalam tamsil tersebut, golongan pertama dan kedua yang terpuji, karena kedua-duanya memberi manfaat dengan ilmunya meskipun tingkatannya berbeda,” kata Dr Anies.

Adapun jenis yang ketiga adalah sejelek-jeleknya pencari ilmu karena tidak bisa memahami ilmu apalagi mengamalkannya. Jenis ketiga inilah yang tidak termasuk golongan “Pewaris Nabi”.

Baca juga: Lukman Hakim Saefuddin: Gontor Tak Menganut Kekerasan

Perumpamaan tersebut berdasar hadits Rasulullah riwayat Imam Bukhari dalam Sahih-nya:

صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَثَلُ مَا بَعَثَنِي اللَّهُ بِهِ مِنْ الْهُدَى وَالْعِلْمِ كَمَثَلِ الْغَيْثِ الْكَثِيرِ أَصَابَ أَرْضًا فَكَانَ مِنْهَا نَقِيَّةٌ قَبِلَتْ الْمَاءَ فَأَنْبَتَتْ الْكَلَأَ وَالْعُشْبَ الْكَثِيرَ وَكَانَتْ مِنْهَا أَجَادِبُ أَمْسَكَتْ الْمَاءَ فَنَفَعَ اللَّهُ بِهَا النَّاسَ فَشَرِبُوا وَسَقَوْا وَزَرَعُوا وَأَصَابَتْ مِنْهَا طَائِفَةً أُخْرَى إِنَّمَا هِيَ قِيعَانٌ لَا تُمْسِكُ مَاءً وَلَا تُنْبِتُ كَلَأً فَذَلِكَ مَثَلُ مَنْ فَقُهَ فِي دِينِ اللَّهِ وَنَفَعَهُ مَا بَعَثَنِي اللَّهُ بِهِ فَعَلِمَ وَعَلَّمَ وَمَثَلُ مَنْ لَمْ يَرْفَعْ بِذَلِكَ رَأْسًا وَلَمْ يَقْبَلْ هُدَى اللَّهِ الَّذِي أُرْسِلْتُ بِهِ قَالَ أَبُو عَبْد اللَّهِ قَالَ إِسْحَاقُ وَكَانَ مِنْهَا طَائِفَةٌ قَيَّلَتْ الْمَاءَ قَاعٌ يَعْلُوهُ الْمَاءُ وَالصَّفْصَفُ الْمُسْتَوِي مِنْ الْأَرْضِ

Artinya: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al 'Ala` berkata, telah menceritakan kepada kami Hammad bin Usamah dari Buraid bin Abdullah dari Abu Burdah dari Abu Musa dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Perumpamaan petunjuk dan ilmu yang Allah mengutusku dengan membawanya adalah seperti hujan yang lebat yang turun mengenai tanah. Diantara tanah itu ada jenis yang dapat menyerap air sehingga dapat menumbuhkan tumbuh-tumbuhan dan rerumputan yang banyak. Dan di antaranya ada tanah yang keras lalu menahan air (tergenang) sehingga dapat diminum oleh manusia, memberi minum hewan ternak dan untuk menyiram tanaman.

Dan yang lain ada permukaan tanah yang berbentuk lembah yang tidak dapat menahan air dan juga tidak dapat menumbuhkan tanaman. Perumpamaan itu adalah seperti orang yang faham agama Allah dan dapat memanfa'atkan apa yang aku diutus dengannya, dia mempelajarinya dan mengajarkannya, dan juga perumpamaan orang yang tidak dapat mengangkat derajat dan tidak menerima hidayah Allah dengan apa yang aku diutus dengannya".

Baca juga: 5 Golongan Orang Mati Syahid Menurut Hadis Nabi SAW

Berkata Abu Abdullah; Ishaq berkata: "Dan diantara jenis tanah itu ada yang berbentuk lembah yang dapat menampung air hingga penuh dan diantaranya ada padang sahara yang datar". (Hadits Shahih Al-Bukhari No. 77 - Kitab Ilmu)

(sof)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 19 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)