home edukasi & pesantren

Hukum Memata-matai dalam Islam, Ini Penjelasannya

Jum'at, 16 September 2022 - 14:43 WIB
Hukum Memata-matai dalam Islam, Ini Penjelasannya. Foto: Langit7.id/iStock.
Islam mengajarkan kita untuk hidup rukun berdampingan dan megnhargai satu sama lain. Maka dari itu, Islam melarang setiap umat muslim untuk memata-matai orang lain demi mencari kesalahan.

Istilah tersebut dikenal dengan tajassus dan hukumnya pun haram. Larangan terkait perkara ini tertuang jelas dalam surat Al-Huhurat ayat 12, Allah berfirman yang artinya:

"Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang". (QS Al-Hujurat: 12).

Setiap orang berhak memiliki privasi dan rahasianya masing-masing. Setiap orang juga harus menghormati batas-batas privasi orang lain. Oleh sebab itu, Rasulullah SAW melarang umatnya dalam memata-matai orang lain demi mencari kesalahan.

Baca Juga:Hikmah Gaya Hidup Sehat, Cegah Komplikasi Diabetes Melitus

"Jauhilah prasangka buruk, karena prasangka buruk adalah ucapan yang paling dusta, dan janganlah kalian saling mendengarkan pembicaraan (rahasia) dan saling mencari kesalahan." (HR Bukhari nomor 6064).

Sebaliknya, Rasulullah menganjurkan kepada umatnya untuk mengoreksi kesalahan diri sendiri ketimbang mengorek kesalahan orang lain, beliau bersabda: “Dirahmatilah kiranya orang yang begitu sibuk dengan kesalahan dirinya sendiri, sehingga ia tidak peduli dengan kesalahan orang lain.” (HR al-Bazaar, dari Anas).
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
rasulullah saw perang hukum hukum islam ajaran islam
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya