Anwar Abbas Dorong Persis Kembangkan Perekonomian Umat
Andi Muhammad
Selasa, 20 September 2022 - 10:30 WIB
Anwar Abbas Dorong Persis Kembangkan Perekonomian Umat. Foto: Langit7.id/iStock.
Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Buya Anwar Abbas berharap para Muktamar XVI Pimpinan Pusat Persatuan Islam (Persis) mendatang, Persis lebih memberikan perhatian terkait isu perekonomian umat. Menurut dia, salah satu titik lemah umat Islam itu sendiri adalah perekonomian.
"Menurut saya seluruh ormas Islam dihrapakan supaya bisa memberikan solusi masalah ini, supaya umat Islam bisa berkontribusi secara maksimal bagi memajukan ekonomi bangsa dan negara," kata Buya Anwar saat di wawancara Langit7 melalui sambungan telepon, Selasa (20/9/2022).
Ia menyebutkan bahwa peran dan kontribusi umat Islam dalam ekonomi masih jauh dari yang diharapkan. Padahal Indonesia merupakan penduduk dengan mayoritas umat muslim. Namun sebaliknya, mayoritas sumber daya tersebut justru dipegang oleh non muslim.
"Saya ingin umat Islam bisa berfastabiqul khairat dengan saudara yang non Islam dalam konteks memajukan ekonomi bangsa dan negara," ujar ketua PP Muhammadiyah ini.
Berdasarkan prediksi PricewaterhouseCooper, lanjut Buya Anwar, Indonesia akan menjadi salah satu negara dengan perekonomian terbesar pada periode 2040-2050 dengan meduduki peringkat keempat di dunia setelah China, India, dan Amerika Serikat.
Baca Juga:10 Adab berbisnis dalam Islam, Ini Kata Pakar Muamalah
Ia menuturkan, prediksi perkembangan perekonomian tersebut dinilai cukup lama dan seharusnya Indonesia mampu berada di peringkat lebih atas. Hal ini dikarenakan minimnya kontribusi yang diberikan oleh kalangan atas umat Islam di Indonesia.
"Menurut saya seluruh ormas Islam dihrapakan supaya bisa memberikan solusi masalah ini, supaya umat Islam bisa berkontribusi secara maksimal bagi memajukan ekonomi bangsa dan negara," kata Buya Anwar saat di wawancara Langit7 melalui sambungan telepon, Selasa (20/9/2022).
Ia menyebutkan bahwa peran dan kontribusi umat Islam dalam ekonomi masih jauh dari yang diharapkan. Padahal Indonesia merupakan penduduk dengan mayoritas umat muslim. Namun sebaliknya, mayoritas sumber daya tersebut justru dipegang oleh non muslim.
"Saya ingin umat Islam bisa berfastabiqul khairat dengan saudara yang non Islam dalam konteks memajukan ekonomi bangsa dan negara," ujar ketua PP Muhammadiyah ini.
Berdasarkan prediksi PricewaterhouseCooper, lanjut Buya Anwar, Indonesia akan menjadi salah satu negara dengan perekonomian terbesar pada periode 2040-2050 dengan meduduki peringkat keempat di dunia setelah China, India, dan Amerika Serikat.
Baca Juga:10 Adab berbisnis dalam Islam, Ini Kata Pakar Muamalah
Ia menuturkan, prediksi perkembangan perekonomian tersebut dinilai cukup lama dan seharusnya Indonesia mampu berada di peringkat lebih atas. Hal ini dikarenakan minimnya kontribusi yang diberikan oleh kalangan atas umat Islam di Indonesia.