LANGIT7.ID, Jakarta - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Buya Anwar Abbas berharap para Muktamar XVI Pimpinan Pusat Persatuan Islam (Persis) mendatang, Persis lebih memberikan perhatian terkait isu perekonomian umat. Menurut dia, salah satu titik lemah umat Islam itu sendiri adalah perekonomian.
"Menurut saya seluruh ormas Islam dihrapakan supaya bisa memberikan solusi masalah ini, supaya umat Islam bisa berkontribusi secara maksimal bagi memajukan ekonomi bangsa dan negara," kata Buya Anwar saat di wawancara Langit7 melalui sambungan telepon, Selasa (20/9/2022).
Ia menyebutkan bahwa peran dan kontribusi umat Islam dalam ekonomi masih jauh dari yang diharapkan. Padahal Indonesia merupakan penduduk dengan mayoritas umat muslim. Namun sebaliknya, mayoritas sumber daya tersebut justru dipegang oleh non muslim.
"Saya ingin umat Islam bisa berfastabiqul khairat dengan saudara yang non Islam dalam konteks memajukan ekonomi bangsa dan negara," ujar ketua PP Muhammadiyah ini.
Berdasarkan prediksi PricewaterhouseCooper, lanjut Buya Anwar, Indonesia akan menjadi salah satu negara dengan perekonomian terbesar pada periode 2040-2050 dengan meduduki peringkat keempat di dunia setelah China, India, dan Amerika Serikat.
Baca Juga: 10 Adab berbisnis dalam Islam, Ini Kata Pakar MuamalahIa menuturkan, prediksi perkembangan perekonomian tersebut dinilai cukup lama dan seharusnya Indonesia mampu berada di peringkat lebih atas. Hal ini dikarenakan minimnya kontribusi yang diberikan oleh kalangan atas umat Islam di Indonesia.
Menurut dia, umat Islam di Indonesia dapat saling mendukung, mendorong, serta memberi ruang kepada para pelaku usaha, baik yang masih berada salam skala kecil hingga besar agar dapat lebih maju guna memberikan kontribusi yang signifikan dalam mengembangkan perekonomian.
"Sehingga ekonomi Indonesia diharapkan kalau bisa tidak hanya ranking empat dunia, tapi ranking tiga dalam jangka waktu 15-20 tahun kedepan," jelasnya.
Ia berharap, Persis dapat memberikan ruang kepada kader-kadernya yang berlatar belakang pengusaha untuk aktif di dalam jajaran kepemimpinan.
Baca Juga: Resmi Dicalonkan sebagai Ketum, Ustaz Jeje: Tak Ada Alasan untuk Menolak"Saya percaya pasti ada orang Persis yang merupakan pengusaha maju. Mungkin barang kali mereka penting untuk direkrut oleh Persis ke dalam jajaran pimpinan sehingga Persis masa depan jauh lebih maju dari Persis hari ini, termasuk dalam masalah ekonomi dan bisnis," tuturnya.
Persis akan menggelar Muktamar XVI pada 23-26 September 2022 mendatang di Hotel Sutan Raja dan Hotel Sunshine Soreang, Kabupaten Bandung. Dalam muktamar ini, Persis mengusung tema "Transformasi Gerakan Dakwah Persis untuk Mewujudkan Islam Rahmatan Lil 'Alamin dalam Bingkai NKRI."
(zhd)