Puan Dukung Langkah Kemenkes Hentikan Sementara Peredaran Obat Sirup
Garry Talentedo Kesawa
Jum'at, 21 Oktober 2022 - 20:35 WIB
Ilustrasi obat sirop. (Foto: Langit7.id/iStock)
Ketua DPR RI, Puan Maharani, mendukung langkah Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk menghentikan sementara peredaran obat cair atau sirup. Hal itu menanggapi lonjakan kasus gangguan ginjal pada anak yang diduga disebabkan oleh penggunaan obat sirup.
Puan mengatakan penggunaan dan penjualan obat sirup harus disetop untuk sementara waktu, termasuk di apotek. Puan juga meminta pemerintah menggencarkan edukasi publik terkait fenomena gangguan ginjal akut misterius pada anak di Indonesia.
Baca Juga:Gangguan Ginjal Akut pada Anak Capai 241 kasus, 133 Meninggal
"Pastikan seluruh tenaga kesehatan telah memahami untuk menunda sementara waktu pemberian resep obat cair untuk anak, serta membantu memberikan edukasi kepada masyarakat," kata Puan dalam keterangannya, Jumat (21/10/2022).
Politisi PDI Perjuangan (PDIP) itu menyebutkan, petugas di fasilitas kesehatan menjadi garda terdepan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat terkait fenomena gagal ginjal akut pada anak. Edukasi publik juga dapat dibantu oleh aparatur desa serta memanfaatkan kader-kader Posyandu.
Menurut Puan, kesimpangsiuran informasi soal kasus gagal ginjal akut pada anak harus dihindari karena dapat menimbulkan kepanikan serta ketakutan warga. Terlebih, banyak informasi yang belum dipastikan kebenarannya beredar di masyarakat.
"Saya juga menginstruksikan kepada anggota DPR RI terkait (Komisi IX) yang saat ini sedang memasuki masa reses untuk membantu memberi edukasi dan sosialisasi kepada warga. Juga untuk memantau kasus gagal ginjal akut pada anak di dapilnya masing-masing," ujar Puan.
Puan mengatakan penggunaan dan penjualan obat sirup harus disetop untuk sementara waktu, termasuk di apotek. Puan juga meminta pemerintah menggencarkan edukasi publik terkait fenomena gangguan ginjal akut misterius pada anak di Indonesia.
Baca Juga:Gangguan Ginjal Akut pada Anak Capai 241 kasus, 133 Meninggal
"Pastikan seluruh tenaga kesehatan telah memahami untuk menunda sementara waktu pemberian resep obat cair untuk anak, serta membantu memberikan edukasi kepada masyarakat," kata Puan dalam keterangannya, Jumat (21/10/2022).
Politisi PDI Perjuangan (PDIP) itu menyebutkan, petugas di fasilitas kesehatan menjadi garda terdepan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat terkait fenomena gagal ginjal akut pada anak. Edukasi publik juga dapat dibantu oleh aparatur desa serta memanfaatkan kader-kader Posyandu.
Menurut Puan, kesimpangsiuran informasi soal kasus gagal ginjal akut pada anak harus dihindari karena dapat menimbulkan kepanikan serta ketakutan warga. Terlebih, banyak informasi yang belum dipastikan kebenarannya beredar di masyarakat.
"Saya juga menginstruksikan kepada anggota DPR RI terkait (Komisi IX) yang saat ini sedang memasuki masa reses untuk membantu memberi edukasi dan sosialisasi kepada warga. Juga untuk memantau kasus gagal ginjal akut pada anak di dapilnya masing-masing," ujar Puan.