PPPIJ: Membela Islam Bukan Berarti Abaikan Toleransi
Andi Muhammad
Rabu, 26 Oktober 2022 - 12:38 WIB
Kepala Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta (PPPIJ), KH Muhammad Subki mengatakan membela agama Islam adalah sebuah tugas dan kewajiban dari setiap umat Islam. Foto: Andi Langit7.id.
Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta (PPPIJ) Jakarta Islamic Center menggelar Seminar Internasional bertajuk 'Menolak Islamophobia Melalui Konsep Al Wasatiyyah' di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat, Rabu (26/10/2022).
Dalam sambutannya, Kepala Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta (PPPIJ), KH Muhammad Subki mengatakan membela agama Islam adalah sebuah tugas dan kewajiban dari setiap umat Islam.
Maka dari itu, lanjutnya, penting bagi seluruh umat muslim untuk memahami tentang urgensi akidah dalam Islam serta membela akidah dan syariah islam itu sendiri. Namun dalam menegakan dan membela agama Allah tidak boleh bersifat arogan.
"Membela Islam itu sendiri bukan berarti mengabaikan sikap menghormati dan toleransi kepada umat beragama lain," ujar Kiai Subki.
Kiai Subki menjelaskan, sebagai bangsa Indonesia di bawah naungan Pancasila, Bineka Tunggal Ika, dan Undang-Undang Dasar 1945 tentu memiliki kewajiban untuk menjaga harmoni, keseimbangan, dan keberlangsungan bangsa Indonesia.
Baca Juga:Menghias Masjid Boleh, asal Tak Hilangkan Kekhusyukan
Maka dari itu, moderasi dalam beragama memiliki peran yang penting dalam membela ajaran Allah dan Rasul-Nya. Hal ini bertujuan untuk mengedukasi bahwa membela Islam tidak harus menindas atau merugikan pihak yang lain.
Dalam sambutannya, Kepala Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta (PPPIJ), KH Muhammad Subki mengatakan membela agama Islam adalah sebuah tugas dan kewajiban dari setiap umat Islam.
Maka dari itu, lanjutnya, penting bagi seluruh umat muslim untuk memahami tentang urgensi akidah dalam Islam serta membela akidah dan syariah islam itu sendiri. Namun dalam menegakan dan membela agama Allah tidak boleh bersifat arogan.
"Membela Islam itu sendiri bukan berarti mengabaikan sikap menghormati dan toleransi kepada umat beragama lain," ujar Kiai Subki.
Kiai Subki menjelaskan, sebagai bangsa Indonesia di bawah naungan Pancasila, Bineka Tunggal Ika, dan Undang-Undang Dasar 1945 tentu memiliki kewajiban untuk menjaga harmoni, keseimbangan, dan keberlangsungan bangsa Indonesia.
Baca Juga:Menghias Masjid Boleh, asal Tak Hilangkan Kekhusyukan
Maka dari itu, moderasi dalam beragama memiliki peran yang penting dalam membela ajaran Allah dan Rasul-Nya. Hal ini bertujuan untuk mengedukasi bahwa membela Islam tidak harus menindas atau merugikan pihak yang lain.