LANGIT7.ID, Jakarta - Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta (PPPIJ) Jakarta Islamic Center menggelar Seminar Internasional bertajuk 'Menolak Islamophobia Melalui Konsep Al Wasatiyyah' di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat, Rabu (26/10/2022).
Dalam sambutannya, Kepala Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta (PPPIJ), KH Muhammad Subki mengatakan membela agama Islam adalah sebuah tugas dan kewajiban dari setiap umat Islam.
Maka dari itu, lanjutnya, penting bagi seluruh umat muslim untuk memahami tentang urgensi akidah dalam Islam serta membela akidah dan syariah islam itu sendiri. Namun dalam menegakan dan membela agama Allah tidak boleh bersifat arogan.
"Membela Islam itu sendiri bukan berarti mengabaikan sikap menghormati dan toleransi kepada umat beragama lain," ujar Kiai Subki.
Kiai Subki menjelaskan, sebagai bangsa Indonesia di bawah naungan Pancasila, Bineka Tunggal Ika, dan Undang-Undang Dasar 1945 tentu memiliki kewajiban untuk menjaga harmoni, keseimbangan, dan keberlangsungan bangsa Indonesia.
Baca Juga: Menghias Masjid Boleh, asal Tak Hilangkan KekhusyukanMaka dari itu, moderasi dalam beragama memiliki peran yang penting dalam membela ajaran Allah dan Rasul-Nya. Hal ini bertujuan untuk mengedukasi bahwa membela Islam tidak harus menindas atau merugikan pihak yang lain.
Kiai Subki menambahkan, membela agama dan ajaran Allah merupakan suatu kewajiban bagi seluruh umat Islam. Cara terbaik dalam menegakan hak tersebut yakni dengan menerapkan sikap Rasulullah SAW.
"Bagaimana Rasulullah SAW menghargai masyarakat di madinah yang berbeda agama, yang berbeda suku, yang berbeda paham dengan beliau," jelas Kiai Subki.
"Maka toleransi dan saling menghormati itu adalah bagian dari memertahankan keislaman itu sendiri," imbuhnya.
Rasulullah SAW, kata Kiai Subki, selalu berpikir kapan dan bagaimana caranya untuk kembali ke tanah kelahirannya Kota Makkah, karena rindu dengan tanah kelahirannya adalah kodrat manusia. Kemudian Rasulullah SAW pun diberikan jalan oleh Allah SWT untuk kembali ke Kota Makkah dengan keadaan terbuka membawa ajaran Islam.
"Maka mencintai Tanah Air termasuk bagian dari tradisi sunnah yang ada pada diri Rasulullah SAW," ujarnya.
Dia menegaskan, meski keluarga Jakarta Islamic Center tengah berduka atas terjadinya kebakaran yang melanda Masjid JIC, tetapi tetap menunaikan agenda yang telah dicanangkan sebagai sebuah bentuk tanggung jawab terhadap problematika umat.
"Ini merupakan kewajiban kita untuk melaksanakan program dan rencana yang sudah dibuat," tuturnya.
Seminar Internasional ini turut dihadiri oleh Ketua FKUB DKI Jakrta, Prof Dr Dede Rosyada, Dr Sturisno Muslimin serta beberapa delegasi mancanegara secara virtual, yakni Syekh Prof Dr Alwan Husaini dari Australia, dan Dr Hanif bin Muhammad Lateh dari Malaysia.
(zhd)