Sosok Ummu Ammara, Muslimah Tangguh yang Jadi Prajurit Perang
Mahmuda attar hussein
Senin, 19 Desember 2022 - 11:50 WIB
Sosok muslimah tangguh Ummu Ammara. (Foto: Pixabay).
Sosok Ummu Ammara merupakan muslimah tangguh yang mengabdikan dirinya untuk Islam. Dia merupakan salah satu prajurit perang yang terkenal gagah berani.
Ummu Ammara merupakan julukan untuk Nusaibah binti Ka'ab. Perempuan anggota suku Bani Najjar ini merupakan sahabat yang memeluk Islam di awal-awal masa kerasulan Nabi SAW.
Perempuan tangguh ini turut mengambil bagian dalam Pertempuran Uhud (625). Dia selalu membawa pedang dan perisai, berperang melawan kuffar Mekkah.
Baca Juga: Hikmah dari Sahabat Rasulullah yang Buta, Pantang Salat di Rumah
Selama pertempuran dia mendapati beberapa luka tombak dan panah. Setelah menderita luka kedua belas, dia jatuh pingsan dan pertanyaan pertama yang ditanyakan ketika bangun adalah: "apakah Nabi selamat?"
Meski terkenal sebagai prajurit, Ummu Ammara juga terkenal sebagai seorang yang penyabar. Dia selalu mendahulukan kepentingan Islam dari pada urusann pribadi dan keluarganya.
Kisah yang paling terkenal ialah ketika Nusaibah mendapati kabar anaknya syahid di medan perang. Bukannya bersedih, dia malah bangga, karena yakin bahwa Allah SWT akan memuliakannya di akhirat kelak.
Ummu Ammara merupakan julukan untuk Nusaibah binti Ka'ab. Perempuan anggota suku Bani Najjar ini merupakan sahabat yang memeluk Islam di awal-awal masa kerasulan Nabi SAW.
Perempuan tangguh ini turut mengambil bagian dalam Pertempuran Uhud (625). Dia selalu membawa pedang dan perisai, berperang melawan kuffar Mekkah.
Baca Juga: Hikmah dari Sahabat Rasulullah yang Buta, Pantang Salat di Rumah
Selama pertempuran dia mendapati beberapa luka tombak dan panah. Setelah menderita luka kedua belas, dia jatuh pingsan dan pertanyaan pertama yang ditanyakan ketika bangun adalah: "apakah Nabi selamat?"
Meski terkenal sebagai prajurit, Ummu Ammara juga terkenal sebagai seorang yang penyabar. Dia selalu mendahulukan kepentingan Islam dari pada urusann pribadi dan keluarganya.
Kisah yang paling terkenal ialah ketika Nusaibah mendapati kabar anaknya syahid di medan perang. Bukannya bersedih, dia malah bangga, karena yakin bahwa Allah SWT akan memuliakannya di akhirat kelak.
(bal)