Waspadai 2 Masalah Psikologis Santri di Pondok Pesantren
Muhajirin
Kamis, 16 Februari 2023 - 13:52 WIB
ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Trainer Griya Parenting Indonesia, Bunda Ani Christina, mwngimbau orang tua mewaspasai dua masalah psikologis yang bisa dialami santri di pondok pesantren yakni psikosomatis dan self harm.
Fenomena psikomatis mencakup keluhan fisik yang sebenarnya dipicu masalah psikologis. Sementara, self harm adalah perilaku menyakiti diri sendiri saat sedang mengalami masalah emosional.
Kedua fenomena ini sering terjadi di kalangan santri di pondok pesantren dan membutuhkan penanganan yang tepat. Itu agar tidak berdampak buruk pada kesehatan mental mereka.
Baca Juga: Alasan Psikologis Santri Kerap Kabur dari Pondok Pesantren
1. Fenomena Psikosomatis
Fenomena psikosomatis di pesantren merupakan masalah yang perlu mendapat perhatian serius dari semua pihak terkait. Dengan peran aktif pengajar dan orang tua, diharapkan santri dapat merasa lebih nyaman dan aman di pesantren sehingga bisa berkembang secara optimal.
Dia menceritakan, fenomena psikosomatis sering ditemukan di unit kesehatan pesantren. Sebanyak 50% santri yang datang ke unit kesehatan mengalami masalah mental meski ditunjukkan dengan gejala fisik seperti sakit kepala dan sakit perut.
Fenomena psikomatis mencakup keluhan fisik yang sebenarnya dipicu masalah psikologis. Sementara, self harm adalah perilaku menyakiti diri sendiri saat sedang mengalami masalah emosional.
Kedua fenomena ini sering terjadi di kalangan santri di pondok pesantren dan membutuhkan penanganan yang tepat. Itu agar tidak berdampak buruk pada kesehatan mental mereka.
Baca Juga: Alasan Psikologis Santri Kerap Kabur dari Pondok Pesantren
1. Fenomena Psikosomatis
Fenomena psikosomatis di pesantren merupakan masalah yang perlu mendapat perhatian serius dari semua pihak terkait. Dengan peran aktif pengajar dan orang tua, diharapkan santri dapat merasa lebih nyaman dan aman di pesantren sehingga bisa berkembang secara optimal.
Dia menceritakan, fenomena psikosomatis sering ditemukan di unit kesehatan pesantren. Sebanyak 50% santri yang datang ke unit kesehatan mengalami masalah mental meski ditunjukkan dengan gejala fisik seperti sakit kepala dan sakit perut.