Bayt Al-Hikmah, Jejak Kemajuan Sains di Masa Keemasan Islam
Muhajirin
Jum'at, 27 Agustus 2021 - 00:00 WIB
ilustrasi aktivitas keilmuan di Bayt Al-Hikmah (foto: 1001 inventions)
Bayt Al-Hikmah merupakan salah satu tanda peradaban Islam pernah menjadi sentral ilmu pengetahuan dunia. Perpustakaan dan lembaga terjemahan tersebut dibangun pada masa Khalifah Harun Ar-Rasyid pada Abad ke-8 M.
Bayt al-Hikmah merupakan perpustakaan umum pertama di Baghdad sekaligus akademi ilmu pengetahuan pertama milik umat Islam. Penerjemahan karya-karya filsafat, kedokteran, astronomi, matematika, dan lain-lain yang berasal dari Yunani, Persia, dan India terjadi secara besar-besaran pada masa Khalifah Harun ar-Rasyid dan Khalifah al- Ma’mun di Bayt Al-Hikmah.
Melalui kedua khalifah ini, Bayt al-Hikmah mengalami kemajuan yang besar terutama dalam pengembangan keilmuan. Selama 500 tahun Baghdad menjadi tuan rumah berbagai kegiatan akademis, bahkan mencetak ilmuwan dari seluruh dunia.
Pembangunan Bayt Al-Hikmah
Putra Harun Ar-Rasyid, Khalifah Al-Ma’mun memiliki peran penting dalam perluasan Bayt Al-Hikmah, baik dari segi fisik maupun dari segi manfaat di bidang keilmuan. Pada masa beliau, Bayt Al-Hikmah menjadi pusat studi berbagai cabang Ilmu.
Melalui Bayt Al-Hikmah, umat Islammenyajikan kepada dunia akses ke karya-karya filsuf besar seperti Aristoteles dan Hipocrates. Tanpa peran umat Islam, tradisi keilmuan Yunani mungkin telah hilang selamanya.
Bayt al-Hikmah merupakan perpustakaan umum pertama di Baghdad sekaligus akademi ilmu pengetahuan pertama milik umat Islam. Penerjemahan karya-karya filsafat, kedokteran, astronomi, matematika, dan lain-lain yang berasal dari Yunani, Persia, dan India terjadi secara besar-besaran pada masa Khalifah Harun ar-Rasyid dan Khalifah al- Ma’mun di Bayt Al-Hikmah.
Melalui kedua khalifah ini, Bayt al-Hikmah mengalami kemajuan yang besar terutama dalam pengembangan keilmuan. Selama 500 tahun Baghdad menjadi tuan rumah berbagai kegiatan akademis, bahkan mencetak ilmuwan dari seluruh dunia.
Pembangunan Bayt Al-Hikmah
Putra Harun Ar-Rasyid, Khalifah Al-Ma’mun memiliki peran penting dalam perluasan Bayt Al-Hikmah, baik dari segi fisik maupun dari segi manfaat di bidang keilmuan. Pada masa beliau, Bayt Al-Hikmah menjadi pusat studi berbagai cabang Ilmu.
Melalui Bayt Al-Hikmah, umat Islammenyajikan kepada dunia akses ke karya-karya filsuf besar seperti Aristoteles dan Hipocrates. Tanpa peran umat Islam, tradisi keilmuan Yunani mungkin telah hilang selamanya.