Makna Iman dan Ihtisaban dalam Ibadah Shaum
Ahmad zuhdi
Senin, 06 September 2021 - 21:25 WIB
Ilustrasi seorang muslimah tengah meneguk segelas air menjelang waktu imsak hendak berpuasa. Foto: Langit7.id/iStock
Di antara amalan-amalan sunnah yang Rasulullah lakukan, yakniShaum (puasa) Senin-Kamis. Amalan tersebut masuk ke dalam sunnah fi'liyah, yakni perbuatan nabi yang dilakukan terus menerus dan dapatdiikutiummat Islam dalam rangka menghidupkan sunnah.
Selain dalam rangka menghidupkan sunnah, puasa juga penting untuk didasari dengan iman. Pasalnya,tanpa didasari dengan iman, maka puasa yang dilakukan hanya mendapat lapar dan dahaga saja. Dengan keimanan dan berharap pahala dari puasa tersebut, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya.
Baca Juga:Dimulai dari Rumah, Muslimah Ini Sukses Kembangkan Usaha Bakery
Begitu pun dalam hadits masyhur (terkenal), menerangkan siapa saja yang melaksanakan shaum karena iman dan mengharap ampunan dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya. Meskipun redaksi hadits tersebut menunjukan kepada Ramadhan, namun dapat dimaknai keumumannya dari pelaksanaan ibadah shaum tersebut, tak terkecualipuasa sunnah.
Dari Abu Hurairah, ia berkata,
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
"Barangsiapa berpuasa Ramadhan atas dasar iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni." (HR. Bukhari nomor 38 dan Muslim nomor 760).
Selain dalam rangka menghidupkan sunnah, puasa juga penting untuk didasari dengan iman. Pasalnya,tanpa didasari dengan iman, maka puasa yang dilakukan hanya mendapat lapar dan dahaga saja. Dengan keimanan dan berharap pahala dari puasa tersebut, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya.
Baca Juga:Dimulai dari Rumah, Muslimah Ini Sukses Kembangkan Usaha Bakery
Begitu pun dalam hadits masyhur (terkenal), menerangkan siapa saja yang melaksanakan shaum karena iman dan mengharap ampunan dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya. Meskipun redaksi hadits tersebut menunjukan kepada Ramadhan, namun dapat dimaknai keumumannya dari pelaksanaan ibadah shaum tersebut, tak terkecualipuasa sunnah.
Dari Abu Hurairah, ia berkata,
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
"Barangsiapa berpuasa Ramadhan atas dasar iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni." (HR. Bukhari nomor 38 dan Muslim nomor 760).