LANGIT7.ID, Tuban - Siapa sangka niat dan langkah kecil, berawal dari rumah ternyata mampu membawa muslimah satu ini berhasil meraih kesuksesan dalam usaha. Baginya, Keterbatasan modal tidak menjadi kendala, jika memiliki kemauan kuat untuk bisa memiliki taraf hidup yang lebih baik.
Itulah yang menjadi prinsip bagi pemilik usaha bakery, Roti Gembung Juara di Tuban, Jawa Timur. Ialah Denny Oktaviana Wahyudi, bermodalkan keterampilan yang dimiliki dalam pengolahan produk bakery, walaupun dengan modal kecil, kini sukses mengembangkan usaha bakery.
Melalui usahanya, muslimah yang biasa disapa Okta ini mengaku, menjual produk aneka kuenya dengan kisaran harga Rp40-70 ribu. Sementara roti gembungnya ia jual dengan harga kisaran Rp10-27 ribu.
Produk bakery buatannya menggunakan bahan dengan kualitas baik, tapi dengan nominal penjualan tersebut, ia mengaku hanya mengambil margin keuntungan sedikit. Menurutnya, hal itu dilakukan sebagai bagian dari strategi pemasaran.
“Margin yang kecil dengan kualitas produk kami yang baik, inilah yang membuat pelanggan datang lagi untuk membeli. Sehingga ada keberlanjutan dan peningkatan penjualan untuk terus mengembangkan usaha ini,” jelasnya dikanal Youtube Lebah Inspirasi.
Baca juga: Band Armada Gagas Rumah Makan Subsidi, Satu Porsi Cuma 2500 RupiahMelalui strategi itu, bahkan pandemi Covid-19 sekali pun tidak mempengaruhi perkembangan usahanya. Malahan, produksi dan penjualan produknya semakin meningkat seiring dengan bertambahnya
reseller di Tuban dan pengajuan kerja sama bisnis waralaba oleh beberapa pihak.
“Semua patut kita syukuri, karena hal itu berarti usaha ini berkembang dengan baik. Apalagi karyawan dan produksi kita terus bertambah seiring waktu,” ujarnya.
Menurutnya, penjualan roti gembung yang terus mengalami peningkatan ini dikarenakan produk bakery memang dicintai oleh banyak kalangan tanpa terbatas faktor usia. Dalam seharinya, ia mengaku mampu mencapai angka penjualan hingga 500 kotak lebih.
“Reseller kita yang ada di beberapa kota juga sangat membantu meningkatkan penjualan, seperti di Lamongan, Malang, dan Jepara. Saat ini kita juga sedang mencoba mengembangkan sayap untuk membuka outlet baru, harapannya semoga dimudahkan,” ujarnya.
Awal Merintis Usaha BakeryMuslimah satu anak ini mengaku mulai merintis usahanya setelah mundur dari pekerjaan lamanya sebagai karyawan di salah satu Bank swasta. Alasannya mundur, karena sebagai ibu ia harus memberikan perhatian lebih kepada keluarganya.
Usai mundur dari pekerjaan lamanya dan disibukkan dengan kegiatannya sebagai ibu rumah tangga selama dua tahun, ia akhirnya mulai terpikirkan untuk bisa memiliki penghasilan tambahan. Berangkat dari kesukaan suami dan anaknya yang suka menyantap roti, ditambah dengan dengan keterampilannya membuat kue, ia pun mencoba untuk mulai memproduksi roti jenis pizza.
“Apalagi pizza disukai oleh banyak kalangan, hingga suatu ketika ketika ada acara kumpul dengan teman saya bawa pizza yang saya buat. Ternyata tanggapan teman-teman pun cukup positif, dan mereka mulai memesan pizza ke saya,” ujarnya.
Itulah awal kisah usaha bakery-nya dibentuk. Okta mengaku, saat itu mulai dari menerima pesanan, produksi, dan melakuan pengiriman, semua dilakukannya sendiri.
Dengan pemasaran dan alat seadanya, ia pun memberanikan diri untuk mulai fokus dan mengembangkan usaha bakery-nya. Sejak saat itu, usahanya yang terus berkembang dengan menerima lebih banyak pesanan yang membuatnya kewalahan dan memutuskan untuk merekrut karyawan dan membeli peralatan pendukung produksi yang lebih mumpuni.
“Dari keuntungan penjualan yang saya tabung, akhirnya mulai digunakan untuk membeli oven dengan kapasitas lebih besar, dan alat pendukung produksi lain, seperti mixer. Ketika itu juga saya mulai rekrut karyawan untuk memudahkan saya meningkatkan produktivitas,” jelasnya.
Baca juga: Potensi Besar, Karyawan Ini Mantap Tekuni Budidaya LeleBerawal dari RumahUsaha yang tadinya dijalankan secara online, untuk mendapatkan peningkatan penjualan ia memutuskan untuk memasarkan produknya secara offline yang dimulai dari rumah. Langkahnya saat itu terbilang berhasil, karena mampu meningkatkan penjualan dan mengembangkan usahanya secara signifikan.
Setelah dua tahun usahanya menjual pizza berjalan baik, ia mulai berinovasi dengan menghadirkan produk baru, yakni roti gembung. Ide itu muncul dari hasil risetnya yang pada saat itu produk roti gembung sedang ramai di pasaran.
“Kalau pizza kan biasanya terlalu berat. Saya mulai mencoba untuk menghadirkan sebuah produk yang lebih cocok untuk camilan dan bisa digunakan di berbagai acara, seperti hajatan atau event tertentu,” jelasnya.
Roti gembung sendiri merupakan makanan khas masyarakat Kalimantan yang secara sejarah diperuntukkan bagi para Raja di Kalimantan. Semakin berkembang di era modern, Okta mulai menyajikan roti gembung dengan berbagai varian toping dan rasa.
Seiring waktu, karena terus mengalami perkembangan usaha yang cukup baik, Okta memberanikan diri untuk menyewa lokasi baru sebagai tempat menjalankan usahanya. Outlet barunya tersebut, kini telah memiliki peralatan produksi pembuatan roti yang lebih banyak dan modern.
“Untuk menjaga kebaruan dan kualitas roti, kami selalu produksi dan jual di hari yang sama. Saat ini kami masih konsisten memproduksi roti gembung juara, tapi pada momen tertentu, seperti saat Lebaran terkadang kita juga produksi untuk jenis aneka kue,” ujarnya.
Baca juga: Kemenkop UKM Apresiasi Pecinta Alam Dorong Kebangkitan Ekonomi di PelosokBaginya, dalam perjalanan sebuah usaha usaha pasti mengalami pasang-surut. Namun, dengan menjaga kualitas produk dan kepuasan pelanggan, keberlangsungan usaha diyakininya akan terus mengalami perkembangan yang baik.
“Saya berpesan bagi pelaku usaha pemula, kalau memang berniat menjadi pengusaha lakukanlah dari sekarang dan jangan pernah menunda kesempatan dan peluang yang ada. Untuk itu, jangan terlalu banyak memikirkan perkembangan usaha, karena semua bisa diperbaiki sambil jalan,” imbuhnya.
(zul)