home edukasi & pesantren

Kewajiban Seorang Muslim Mencintai Zuriah Rasulullah SAW

Rabu, 08 September 2021 - 16:10 WIB
Habib Ali Al Jufri dan Habib Umar bin Hafidz, dua habib paling yang paling banyak dikenal umat Islam hari ini (foto: istimewa)
Sayyid, Syarif atau Habaib memiliki tempat istimewa di hati masyarakat Indonesia. Keistimewaannya bukan hanya saat mereka menjadi ulama. Namun juga karena nasabnya yang bersambung hingga ke manusia paling mulia sepanjang masa, Nabi Muhammad SAW.

Perlakuan umat Islam kepada para Habib, didasari atas kewajiban mencintai zuriah atau keturunan Rasulullah SAW. Bahkan, mencintai zuriah Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu konsekuensi keimanan kepada Rasulullah SAW.

Baca Juga: Sejarah Zuriah Rasulullah Melebur Menjadi Pribumi Nusantara

Imam Al-Hakim dan Al-Nasa’i meriwayatkan hadits dari Ibnu Rabi’ah bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Demi Allah! Imam tidak akan masuk ke dalam hati seseorang, sehingga mereka mencintai kalian (keluarga nabi SAW) karena Allah Ta’ala dan kerabatku.”

Selain itu, seorang pencinta akan selalu mencintai apa pun yang dicintai oleh orang yang dicintainya. Pencinta akan selalu menaati orang yang dicinta. Maka ketika Rasulullah SAW mencintai keluarga beliau, orang yang mengaku mencintai Nabi wajib mencintai keluargannya atas dasar kecintaan kepada beliau sendiri.

Baca Juga: Asal Muasal Para Habaib Zuriah Rasulullah Sampai ke Indonesia

Imam Ibnu Katsir saat menafsirkan surah Asy-Syura ayat 23 mengatakan, mencintai dan menyayangi keluarga Nabi SAW dengan memuliakan, menghormati, dan berbuat baik terhadap mereka. Hal itu karena mereka merupakan keturunan suci yang dilahirkan di dalam rumah paling mulia di muka bumi. Terlebih mereka yang selalu konsisten mengikuti sunah-sunah Rasulullah SAW.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
ahlul bait keluarga rasulullah habaib
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya