LANGIT7.ID-, Jakarta - -
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro terjaring
operasi tangkap tangan (OTT) oleh
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa (28/7/2026) malam. Dalam operasi tersebut, penyidik mengamankan 21 orang di Jakarta, Pemalang, dan Purworejo serta menyita uang tunai sebesar Rp2 miliar.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengungkapkan bahwa dugaan penerimaan yang melibatkan
Bupati Pemalang berkaitan dengan pelaksanaan sejumlah proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang.
Selain itu, penyidik juga menduga penerimaan tersebut memiliki keterkaitan dengan praktik jual beli jabatan di lingkungan
pemerintah daerah.
Baca juga: Baru Saja Dilantik sebagai Kepala Bakom, Harta Kekayaan Qodari Rp261,9 M Jadi Sorotan"Diduga berkaitan dengan penerimaan-penerimaan yang dilakukan oleh bupati berkaitan dengan proyek. Selain itu, juga ada dugaan penerimaan yang dilakukan oleh bupati berkaitan dengan jual beli jabatan di lingkungan Pemkab Pemalang," kata Budi Prasetyo di Jakarta, Rabu (29/7/2026).
Profil Anom Widiyantoro, Bupati Pemalang Berlatar Belakang Profesional BUMNAnom Widiyantoro, S.E., M.M. merupakan sosok yang memiliki pengalaman panjang di dunia korporasi, khususnya di lingkungan badan usaha milik negara (BUMN), sebelum terjun ke dunia politik dan menjabat sebagai Bupati Pemalang.
Ia menempuh pendidikan sarjana (S1) di Program Studi Manajemen Keuangan Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, dan lulus pada 1996. Selanjutnya, Anom melanjutkan pendidikan magister di bidang Ekonomi dan Bisnis di Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung, yang diselesaikannya pada 2005.
Karier profesional Anom sebagian besar ditempuh di PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA). Selama periode 1996 hingga 2021, ia menduduki berbagai posisi strategis, mulai dari staf ahli (expert staff), auditor internal, kepala seksi, manajer keuangan dan personalia, manajer keuangan dan operasi untuk Departemen Luar Negeri, hingga dipercaya sebagai general manager.
Setelah lebih dari dua dekade berkarier di WIKA, Anom melanjutkan kiprahnya sebagai Direktur Keuangan, Human Capital, dan Manajemen Risiko di PT Hotel Indonesia Properti (HIPA) pada periode 2021–2024. Jabatan tersebut menempatkannya sebagai salah satu pimpinan yang bertanggung jawab atas pengelolaan keuangan perusahaan, pengembangan sumber daya manusia, serta manajemen risiko.
Baca juga: Berapa Harta Kekayaan Hasto Kristiyanto yang Kini Tersangka KPK?Nilai Kekayaan Anom Widiyantoro Menurut data di LHKPN, Anom Widiyantoro melaporkan kekayaannya terakhir pada 26 Maret 2026. Dalam laporan tersebut, Anom tercatat memiliki kekayaan total Rp21,3 miliar.
Sebelumnya, Anom melaporkan nilai kekayaannya pertama kali pada 2018, saat menjabat sebagai Manajer Biro Keuangan Investasi dan Studi Kelayakan Sektor Energi dan Industrial PT Wika. Saat itu, harta kekayaannya sebesar Rp18.407.145.357
Kemudian pada 2020 saat menjabat sebagai General Manager Keuangan Investasi PT Wika, harta kekayaannya naik menjadi Rp19.284.877.528.
Saat di posisi Direktur PT Wijata Karya Reality, Anom melaporkan kekayaan sebesar Rp19.469.743.177. Hingga ketika dirinya menjabat sebagai Bupati Pemalang, saat awal menjabat ia menyebut kekayaan bersihnya sebanyak Rp21.315.743.177.
Jumlah tersebut terdiri dari kekayaan tanah dan bangunan dengan nilai total Rp12.297.000.000, nilai kendaraan dari motor Kawasaki Ninja RR 2015 hingga Harley Davidson sebesar Rp1,1 miliar, harta bergerak Rp440 juta, surat berharga Rp902 juta, kas dan setara kas Rp782 juta, serta harta lain Rp7.030.774.809.
Nilai tersebut dikurangi utang sebesar Rp.1.245.455.557 hingga kekayaan bersih Bupati Pemalang Anom Widiyantoro tercatat sejumlah Rp21,3 miliar.
(est)