Setelah Gowa, Mamuju Juga Targetkan Pondok Tahfiz Qur'an di Setiap Desa
Muhajirin
Ahad, 11 Juli 2021 - 07:57 WIB
Ilustrasi. Foto: Langit7.id/ iStock
Kegiatan tahfiz Qur'an mulai dilirik sebagai program penting di setiap desa, khususnya untuk pembinaan generasi muda. Bupati Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), Sutinah Suhardi Duka, menargetkan punya pondok Tahfiz Qur’an di setiap desa. Minimal, di setiap desa kabupaten tersebut memiliki satu orang penghafal Qur'an.
Bupati ingin generasi muda di Mamuju memiliki rasa keagamaan yang tinggi. Menurut dia, pembangunan saat ini semakin pesat dan kemajuan teknologi juga semakin tinggi. Untuk mengimbangi hal tersebut, maka nilai keagamaan, karakter, dan moral generasi muda harus ditumbuhkan.
"Kami menargetkan memiliki pondok Tahfiz Qur'an di setiap desa agar generasi muda di Mamuju memiliki rasa keagamaan yang tinggi," kata Sutinah Suhardi Duka di Mamuju, Ahad (11/7/2021).
Sebelumnya, dia menghadiri acara wisudawan 50 santri Pondok Pesantren Modern Boarding School (MBS) At-Tanwir di Kabupaten Mamuju. Dia menilai kehadiran Pondok Pesantren MBS akan mendukung visi Pemkab Mamuju untuk memiliki pondok Tahfiz Qur'an di setiap desa.
Dia optimistis upaya membangun program keagamaan tersebut dapat dicapai meskipun Mamuju masih berada di tengah pandemi Covid-19 dan bencana gempa bumi yang telah mengguncang Mamuju pada 15 Januari lalu. Dia mendorong Pondok Pesantren Modern MBS Attanwir Mamuju untuk ikut menggalakkan pembangunun pondok tahfiz Qur'an di setiap desa.
Sebelumnya, Pemkab Gowa, Sulsel, juga memiliki program prioritas terkait keagamaan. Pada periode keduanya, Adnan Purichta Ichsan bersama Abdul Rauf Malaganni menggalakkan program hafal Al-Quran bagi para imam masjid.
Nantinya, imam-imam masjid di dusun, desa, dan kelurahan difokuskan untuk menghafal. Harapannya akan tuumbuh penghafal-penghafal Al-Quran melalui program satu hafiz satu desa dan kelurahan.
Bupati ingin generasi muda di Mamuju memiliki rasa keagamaan yang tinggi. Menurut dia, pembangunan saat ini semakin pesat dan kemajuan teknologi juga semakin tinggi. Untuk mengimbangi hal tersebut, maka nilai keagamaan, karakter, dan moral generasi muda harus ditumbuhkan.
"Kami menargetkan memiliki pondok Tahfiz Qur'an di setiap desa agar generasi muda di Mamuju memiliki rasa keagamaan yang tinggi," kata Sutinah Suhardi Duka di Mamuju, Ahad (11/7/2021).
Sebelumnya, dia menghadiri acara wisudawan 50 santri Pondok Pesantren Modern Boarding School (MBS) At-Tanwir di Kabupaten Mamuju. Dia menilai kehadiran Pondok Pesantren MBS akan mendukung visi Pemkab Mamuju untuk memiliki pondok Tahfiz Qur'an di setiap desa.
Dia optimistis upaya membangun program keagamaan tersebut dapat dicapai meskipun Mamuju masih berada di tengah pandemi Covid-19 dan bencana gempa bumi yang telah mengguncang Mamuju pada 15 Januari lalu. Dia mendorong Pondok Pesantren Modern MBS Attanwir Mamuju untuk ikut menggalakkan pembangunun pondok tahfiz Qur'an di setiap desa.
Sebelumnya, Pemkab Gowa, Sulsel, juga memiliki program prioritas terkait keagamaan. Pada periode keduanya, Adnan Purichta Ichsan bersama Abdul Rauf Malaganni menggalakkan program hafal Al-Quran bagi para imam masjid.
Nantinya, imam-imam masjid di dusun, desa, dan kelurahan difokuskan untuk menghafal. Harapannya akan tuumbuh penghafal-penghafal Al-Quran melalui program satu hafiz satu desa dan kelurahan.