Ketua MUI Angkat Bicara Soal Wacana Libur Sekolah Selama Ramadhan
Esti setiyowati
Kamis, 02 Januari 2025 - 11:57 WIB
Ilustrasi murid di sekolah umum. Foto: Pexels/Pandit Wiguna.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah,Cholil Nafis memberi tanggapan atas wacana libur sekolah selama sebulan di bulan Ramadhan.
Cholil Nafis mengatakan, pondok pesantren sudah memberlakukan hal tersebut, bahkan liburnya lebih dari satu bulan.
"Pesantren sudah banyak yang libur lebih sebulan. Jelang Ramadan dan sesudah Ramadan," kata Cholil Nafis dikutip Kamis (2/1/2025).
Baca juga: Sekolah Umum Bakal Libur Sebulan Saat Ramadan, Ini Rencana Besar Kemenag
Namun, lanjut Cholil, kondisi tersebut berbeda dengan sekolah umum. Dosen UIN Syarif Hidayatullah ini menyarankan agar sekolah umum menyesuaikan dengan kurikulum yang berlaku, apalagi latar belakang siswanya yang terdiri dari muslim dan non muslim.
Menurut Cholil Nafis, yang menjadi acuan belajar di bulan puasa adalah efektivitas Ramadhan sebagai penguatan pendidikan karakter berbasis agama.
"Ramadhan bisa tetap sekolah tapi menekankan pada pendidikan karakter dan spiritualitas berasakan agama. Karena sekarang masih minim jam pelajaran agama dan juga masih banyak jam pelajaran agama yang sifatnya pengajaran saja bukan sebagai pendidikan agama," kata Cholil.
Cholil Nafis mengatakan, pondok pesantren sudah memberlakukan hal tersebut, bahkan liburnya lebih dari satu bulan.
"Pesantren sudah banyak yang libur lebih sebulan. Jelang Ramadan dan sesudah Ramadan," kata Cholil Nafis dikutip Kamis (2/1/2025).
Baca juga: Sekolah Umum Bakal Libur Sebulan Saat Ramadan, Ini Rencana Besar Kemenag
Namun, lanjut Cholil, kondisi tersebut berbeda dengan sekolah umum. Dosen UIN Syarif Hidayatullah ini menyarankan agar sekolah umum menyesuaikan dengan kurikulum yang berlaku, apalagi latar belakang siswanya yang terdiri dari muslim dan non muslim.
Menurut Cholil Nafis, yang menjadi acuan belajar di bulan puasa adalah efektivitas Ramadhan sebagai penguatan pendidikan karakter berbasis agama.
"Ramadhan bisa tetap sekolah tapi menekankan pada pendidikan karakter dan spiritualitas berasakan agama. Karena sekarang masih minim jam pelajaran agama dan juga masih banyak jam pelajaran agama yang sifatnya pengajaran saja bukan sebagai pendidikan agama," kata Cholil.