home edukasi & pesantren

Sejarah Ilmu Tauhid: Belum Ada di Zaman Rasulullah SAW

Sabtu, 11 Januari 2025 - 14:58 WIB
Muhammad Imaduddin Abdulrahim (1931-2008) atau Bang Imad. Foto: Ist
LANGIT7.ID--Tauhid, sebagai ilmu, sebetulnya belum ada di zaman Rasulullah SAW, walaupun seluruh ulama sependapat, bahwa tauhid adalah dasar yang paling pokok dalam ajaran Islam.

Sebagai ilmu, Tauhid tumbuh, lama sesudah Rasulullah wafat. Semasa hidup Rasulullah SAW, beliau mendidikkan sikap dan watak bertauhid ini dengan memberikan contoh teladan kepada para sahabat-sahabat beliau di dalam kehidupan sehari-hari.

Cendekiawan Muslim, Muhammad Imaduddin Abdulrahim (1931-2008) atau Bang Imad dalam buku "Kuliah Tauhid" (Pustaka-Perpustakaan Salman ITB, 1980) mengatakan pribadi Muhammad sebagai Rasulullah memanglah pribadi manusia yang sempurna (insan kamiil).

Dengan kata lain, beliau adalah manusia bertauhid secara istikamah (consistent) dan paripurna. "Karena itu, sikap, watak, ucapan dan tindak-tanduk beliau sebagai Rasulullah, terutama di bidang ibadah merupakan rujukan bagi setiap mu'min," ujarnya.

Sebagaimana yang difirmankan Allah sendiri di dalam kitab-Nya: "Sesungguhnya kamu dapati pada diri Rasulullah itu teladan yang terpuji bagi mereka, yang menaruh harapan kepada Allah, dan yakin akan hari akhirat, dan senantiasa terkenang akan Allah." (QS 33:21).

Baca juga: Tauhid: Setiap Diktator Selalu Meletakkan Takhtanya di Atas Segala-galanya

Karena itu pulalah beberapa tahun sesudah Rasulullah wafat, ketika Siti 'Aisyah RA ditanyai orang tentang akhlak Rasulullah, Siti 'Aisyah bertanya kembali dan menegaskan: "Tidakkah kau baca Al-Qur'an? Itulah gambaran akhlak (budi pekerti) Rasulullah!"
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya