Wadd Berhala Pertama yang Disembah Manusia: Kisah Orang Saleh yang Dibuat Patung
Miftah yusufpati
Ahad, 02 Februari 2025 - 05:45 WIB
Wadd adalah tuhan pertama yang disembah oleh manusia selain Allah, dan ia berbentuk patung yang diberi nama yang sama dengan Wadd. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID--Jarak antara Nabi Adam dan Nabi Nuh adalah sepuluh kurun, dan mereka semua berada dalam naungan Islam. Maksud dari kurun tersebut adalah generasi atau masa. "Namun, setelah kurun waktu yang baik tersebut berlalu terjadi sesuatu yang membuat masyarakat berpaling dari ajaran kebenaran dan menyembah berhala," ujar Ibnu Katsir dalam kitabnya berjudul Qashash Al-Anbiya.
Menurut Ibnu Katsir, penyebab terjadinya hal itu adalah seperti diriwayatkan oleh Bukhari, dari Ibnu Juraih, dari Atha, dari Ibnu Abbas RA, ketika menafsirkan firman Allah, “Dan mereka berkata, “Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) Wadd, dan jangan pula Suwa', Yaguts, Ya'ug dan Nasr.”
Nama-nama tuhan itu sebenarnya berasal dari nama orang-orang yang saleh pada zamannya, namun setelah mereka meninggal dunia setan membisikkan kepada kaum mereka untuk membuat patung-patung di majelis tempat mereka beribadah dan dinamai dengan nama-nama mereka untuk mengingatkan kaum tersebut atas kesalehan mereka.
"Lalu mereka pun membuatnya, meski ketika itu mereka membuatnya bukan untuk disembah. Namun pada akhirnya para pembuat patung itu juga meninggal dunia, masa mereka pun berlalu, dan ilmu tauhid telah berangsur punah, maka patung-patung itu akhirnya dijadikan sesembahan oleh orang orang yang hidup setelah mereka,” tutur Ibnu Katsir.
Baca juga: Di Masa Permulaan Kenabian Muhammad SAW Tidak Terdapat Kecaman kepada Penyembahan Berhala
Ibnu Abbas mengatakan, “Berhala-berhala yang disembah oleh kaum Nuh itu juga menjadi sesembahan kaum Arab setelah itu.”
Begitulah riwayat yang disampaikan oleh Ikrimah, Adh Dhahhak, Qatadah, dan Muhammad bin Ishaq.
Menurut Ibnu Katsir, penyebab terjadinya hal itu adalah seperti diriwayatkan oleh Bukhari, dari Ibnu Juraih, dari Atha, dari Ibnu Abbas RA, ketika menafsirkan firman Allah, “Dan mereka berkata, “Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) Wadd, dan jangan pula Suwa', Yaguts, Ya'ug dan Nasr.”
Nama-nama tuhan itu sebenarnya berasal dari nama orang-orang yang saleh pada zamannya, namun setelah mereka meninggal dunia setan membisikkan kepada kaum mereka untuk membuat patung-patung di majelis tempat mereka beribadah dan dinamai dengan nama-nama mereka untuk mengingatkan kaum tersebut atas kesalehan mereka.
"Lalu mereka pun membuatnya, meski ketika itu mereka membuatnya bukan untuk disembah. Namun pada akhirnya para pembuat patung itu juga meninggal dunia, masa mereka pun berlalu, dan ilmu tauhid telah berangsur punah, maka patung-patung itu akhirnya dijadikan sesembahan oleh orang orang yang hidup setelah mereka,” tutur Ibnu Katsir.
Baca juga: Di Masa Permulaan Kenabian Muhammad SAW Tidak Terdapat Kecaman kepada Penyembahan Berhala
Ibnu Abbas mengatakan, “Berhala-berhala yang disembah oleh kaum Nuh itu juga menjadi sesembahan kaum Arab setelah itu.”
Begitulah riwayat yang disampaikan oleh Ikrimah, Adh Dhahhak, Qatadah, dan Muhammad bin Ishaq.