home edukasi & pesantren

Pertumbuhan Ilmu Kalam: Makna Harfiah dan Mereka yang Setuju Pembunuhan Utsman bin Affan

Kamis, 27 Februari 2025 - 05:45 WIB
Ciri utama Ilmu Kalam ialah rasionalitas atau logika. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID---Prof. Dr. Nurcholish Madjid, M.A. (17 Maret 1939 – 29 Agustus 2005) atau populer dipanggil Cak Nur mengatakan sama halnya dengan disiplin-disiplin keilmuan Islam lainnya, Ilmu Kalam juga tumbuh beberapa abad setelah wafat Nabi Muhammad SAW.

Akan tetapi lebih dari disiplin-disiplin keilmuan Islam lainnya, Ilmu Kalam sangat erat terkait dengan skisme dalam Islam. Karena itu dalam penelusurannya ke belakang, kita akan sampai kepada peristiwa pembunuhan 'Utsman Ibn 'Aff'an, Khalifah III.

Peristiwa menyedihkan dalam sejarah Islam yang sering dinamakan al-Fitnat al-Kubra (Fitnah Besar), merupakan pangkal pertumbuhan masyarakat (dan agama) Islam di berbagai bidang, khususnya bidang-bidang politik, sosial dan paham keagamaan.

"Maka Ilmu Kalam sebagai suatu bentuk pengungkapan dan penalaran paham keagamaan juga hampir secara langsung tumbuh dengan bertitik tolak dari Fitnah Besar itu," ujar Cak Nur dalam bukunya berjudul "Islam, Doktrin dan Peradaban" yang diterbitkan Yayasan Paramadina.

Baca juga: Sedikit tentang Ilmu Kalam: Pengajaran di Pesantren Masih Terbatas

Makna Harfiah Ilmu Kalam

Menurut Cak Nur, ilmu Kalam ('Ilm al-Kalam), secara harfiah, kata-kata Arab kalam, berarti "pembicaraan". Tetapi sebagai istilah, kalam tidaklah dimaksudkan "pembicaraan" dalam pengertian sehari-hari, melainkan dalam pengertian pembicaraan yang bernalar dengan menggunakan logika.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya