Ilmu Kalam menyelamatkan iman dari ekstremisme, namun juga melahirkan kontroversi panjang. Dari Asyariyah hingga kritik Ibn Taymiyyah, teologi Islam tumbuh dalam tarik-menarik akal dan wahyu.
Ilmu Kalam bertumbuh dari konflik politik dan ekstremisme iman. Kaum Khawarij memulainya dengan logika pengkafiran, sementara Mu'tazilah mengubahnya menjadi sistem rasional teologi yang berpengaruh luas.
Ilmu Kalam lahir bukan dari ruang sunyi, melainkan dari konflik berdarah. Sejak Fitnah Besar, umat Islam dipaksa berpikir rasional tentang iman, dosa, dan kekuasaan. Dari krisis itu, teologi tumbuh.
Dari doktrin ekstrem yang menolak ambiguitas moral hingga penolakan terhadap kompromi politik, Khawarij mewariskan semangat hitam-putih dalam beragama yang tak sepenuhnya punah bahkan hingga abad ini.
Peristiwa menyedihkan dalam sejarah Islam yang sering dinamakan al-Fitnat al-Kubra merupakan pangkal pertumbuhan masyarakat (dan agama) Islam di berbagai bidang, khususnya bidang-bidang politik, sosial dan paham keagamaan
Dalam tradisi keilmuan Islam klasik, tidak banyak disiplin ilmu yang menempati posisi setara Ilmu Fiqh dalam hal kepraktisan, atau Ilmu Tasawuf dalam hal kedalaman batin.
Menurut catatan sejarah al-Asyari (w. 330 H/942 M) adalah yang pertama kali menyatakan kekecewaannya terhadap konsep teologi Mutazilah yang sangat rasionalistik.
Pada awalnya, Ilmu Kalam menjadi monopoli kaum Muktazilah. Namun dalam perkembangan selanjutnya, tidak demikian. al-Asy'ari yang pada mulanya tokoh Muktazilah justru memelopori suatu jenis Ilmu Kalam yang anti Muktazilah.
Lebih penting lagi, kaum Muktazilah meminjam metologi kaum Jahmi, yaitu penalaran rasional, meskipun dengan berbagai premis yang berbeda, bahkan berlawanan (seperti premis kebebasan dan kemampuan manusia).
Peristiwa menyedihkan dalam sejarah Islam yang sering dinamakan al-Fitnat al-Kubra , merupakan pangkal pertumbuhan masyarakat (dan agama) Islam di berbagai bidang, khususnya bidang-bidang politik, sosial dan paham keagamaan.
Ilmu Kalam adalah salah satu dari empat disiplin keilmuan yang telah tumbuh dan menjadi bagian dari tradisi kajian tentang agama Islam. Tiga lainnya ialah disiplin-disiplin keilmuan Fiqih, Tasawuf, dan Falsafah.