MPLS 2025 Menjadi 5 Hari, Materi Pun Ditambah Tentang Judi Online
Lusi mahgriefie
Jum'at, 11 Juli 2025 - 06:05 WIB
MPLS 2025 Menjadi 5 Hari, Materi Pun Ditambah Tentang Judi Online
Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) tahun ajaran 2025/2026 ditambah menjadi lima hari, dari sebelumnya hanya tiga hari. Selain itu, ada penambahan materi seputar penguatan karakter dan juga kesadaran terkait isu-isu terkini seperti judi online (judol).
Hal itu disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti usai rapat dengan Komisi X DPR RI kepada wartawan di Jakarta, Kamis (10/7/2025).
"MPLS kan sudah ada keputusan menteri, MPLS itu sekarang menjadi lima hari. Dan lima hari itu ada beberapa tambahan materi terkait dengan penguatan pendidikan karakter kemudian pencegahan kekerasan, kemudian kesadaran tentang bahaya narkoba, kesadaran tentang bahaya judi online," jelas Menteri Mu'ti.
Baca juga:Mengenal Tata Tertib MPLS 2025 yang Berlangsung Lima Hari
Ia menambahkan, ada juga penguatan dari sisi pemanduan bakat, dan minat. "Jadi itu yang berbeda dengan yang sebelumnya," sambung dia.
Dalam kesempatan yang sama Mu'ti menegaskan bahwa MPLS yang dulu juga dikenal dengan Masa Orientasi Siswa (MOS) ditegaskan bukan sebagai perpoloncoan. Jadi, tidak akan ada senioritas.
"Dan kami pakai tagline MPLS Ramah ya. Sehingga kita harapkan supaya penyelenggaraan MPLS ini bukan merupakan bagian dari perpeloncoan tapi bagian dari penanaman semangat belajar," katanya.
Hal itu disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti usai rapat dengan Komisi X DPR RI kepada wartawan di Jakarta, Kamis (10/7/2025).
"MPLS kan sudah ada keputusan menteri, MPLS itu sekarang menjadi lima hari. Dan lima hari itu ada beberapa tambahan materi terkait dengan penguatan pendidikan karakter kemudian pencegahan kekerasan, kemudian kesadaran tentang bahaya narkoba, kesadaran tentang bahaya judi online," jelas Menteri Mu'ti.
Baca juga:Mengenal Tata Tertib MPLS 2025 yang Berlangsung Lima Hari
Ia menambahkan, ada juga penguatan dari sisi pemanduan bakat, dan minat. "Jadi itu yang berbeda dengan yang sebelumnya," sambung dia.
Dalam kesempatan yang sama Mu'ti menegaskan bahwa MPLS yang dulu juga dikenal dengan Masa Orientasi Siswa (MOS) ditegaskan bukan sebagai perpoloncoan. Jadi, tidak akan ada senioritas.
"Dan kami pakai tagline MPLS Ramah ya. Sehingga kita harapkan supaya penyelenggaraan MPLS ini bukan merupakan bagian dari perpeloncoan tapi bagian dari penanaman semangat belajar," katanya.